Saturday, August 24, 2019
Home News MASTEL: E-Commerce Jadi Benalu bagi Operator

MASTEL: E-Commerce Jadi Benalu bagi Operator

-

Jakarta, Selular.ID – Tahun 2018 lalu, industri telekomunikasi di Indonesia sedang lesu. Ini terbukti dengan kinerja operator yang mengalami negative growth hingga semester pertama 2018. Baik dari sisi pendapatan (-12,3%) dan juga EBITDA (-24,3%).

Industri telekomunikasi Indonesia pun diproyeksi tumbuh negatif 6,4% pada 2018. Lantas apakah yang menyebabkan melemahnya industri telekomunikasi di Indonesia selama tahun 2018 ?

“Murahnya tarif layanan data yang diusung sejumlah operator di Indonesia menjadi faktor utama menurunnya pendapatan provider tersebut. Harga layanan data di Indonesia justru menurun dari Rp 1 per kilobyte (kb) pada 2010 menjadi Rp 0,015 per kb pada 2018. Harga turun 40% per Mega Byte (MB),” ungkap Kristiono, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) disela acara Selular Business Forum (SBF) 2019 di Balai Kartini, Jakarta.

Data MASTEL menyebutkan bahwa jumlah BTS provider di Indonesia setiap tahunnya meningkat sekitar 17%.

MASTEL SBF 2019

Padahal disampaikan Kristiono konsumsi layanan data di Indonesia terus meningkat. Pertumbuhan data meningkat sebesar 131%selama 2018.

Revenue dari traffic data tersebut bertumbuh menjadi 51%. Pertumbuhannya sebesar 5%.

Dinilai Kristiono, konsumsi data masyarakat Indonesia didominasi oleh aplikasi dan situs e-commerce. Berbanding terbalik dengan operator, menurut Kristiono keuntungan justru diraih oleh situs e-commerce dan aplikasi. Situs e-commerce dan aplikasi tersebut tergabung dalam 4 unicorn yakni Gojek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia.

MASTEL SBF 2019

“Dibandingkan 4 provider Indonesia seperti Indosat Ooredoo, XL Axiata, Tri dan Smartfren, pendapatan 4 Unicorn tersebut lebih tinggi. Sejauh ini market Unicorn lebih tinggi dari operator,” jelas Kristiono.

Krisitiono mengatakan bahwa konsumsi data menguntungkan e-commerce dan unicorn tersebut.

“E-commerce tumbuh di tengah infrastruktur jaringan telekomunikasi. Akibatnya, revenue operator menurun. E-commerce tersebut seperti benalu bagi provider,” terangnya.

Kristiono berharap di tahun 2019 ini industri telekomunikasi tanah air dapat tumbuh lebih sehat. Menurut Kristiono, Pemerintah perlu membuat regulasi yang mengatur segala hal mengenai industri telekomunikasi agar lebih sehat.

Latest