Jakarta, Selular.ID – Chairman dan CEO Lenovo Yang Yuanqing mengatakan bahwa pergeseran untuk mempersempit fokus geografis dari bisnis handset mulai membuahkan hasil. Salah satunya karena strategi perusahaan dalam mengembangkan IoT (Internet of Things) dan artificial intelligence (AI).

Sebelum fokus ke IoT dan AI, Yang mengatakan, bisnis smartphone yang dijalankan Lenovo mencoba merambah kemana-mana.

“Namun strategi itu tidak berhasil, jadi kami kehilangan banyak uang”, ujar Yang.

BACA JUGA:
Siapkan Generasi Muda Hadapi 4.0, Indosat Ooredoo Hadirkan Laboratorium IoT

Untuk mengembalikan kinerja, pihaknya kemudian mengubah strategi ke pasar yang lebih selektif dan rentang harga yang sempit.

“Hal itu terbukti sangat membantu dalam mengubah bisnis di sekitar ekosistem”, katanya.

Imbas dari perubahan strategi tersebut, kinerja keuangan perusahaan mulai terangkat. Q3-2018 pun menjadi tonggak bersejarah bagi Motorola, karena perusahaan mencatat laba pertamanya dalam sepuluh tahun.

Bulan lalu perusahaan mengatakan telah mempersingkat portofolionya untuk mengurangi kompleksitas, sekaligus fokus pada skala di segmen mainstream.

BACA JUGA:
Implementasikan IoT, Beginilah Tantangannya

Yang mengatakan memiliki tiga pendekatan untuk mengambil bagian dari sektor IoT cerdas yang sedang berkembang. Pertama, membuat perangkat tradisional termasuk PC dan smartphone lebih pintar.

Kedua, membangun perangkat pintar baru termasuk speaker, display dan AR / VR headset.

Ketiga, bekerja untuk menghubungkan perangkat IoT cerdas, serta komponen ke cloud untuk memberikan solusi cerdas kepada pelanggan.

Dia menggambarkan transformasi cerdas, pendekatan yang dia katakan mengacu pada ekplorasi potensi tak terbatas, dari gelombang Revolusi Industri Keempat melalui teknologi AI.

BACA JUGA:
Lenovo Pede Rebut Top 5 Market Share Indonesia

“Dampak sebenarnya dari AI tidak hanya akan membuat rumah kita lebih pintar dan kantor lebih efisien, tetapi juga akan sepenuhnya mengubah setiap rantai nilai di setiap industri”, tukas Yang.

Mengenai bisnis pusat datanya, Yang mengatakan belum melihat perubahan kebijakan perysahaan, tetapi ia ingin Lenovo terus dapat meningkatkan profitabilitas pada setiap kuartal.