Jakarta, Selular.ID –Selama ini perlombaan 5G di Asia terkesan terbatas pada tiga negara (Jepang, Korea Selatan dan China). Namun, persepsi itu luntur setelah Hong Kong memastikan melaju di jalur yang sama.

Menjelang waktu peluncuran komersial, operator selular Hong Kong diproyeksikan meluncurkan layanan 5G pada awal April 2019. Kepastian waktu peluncuran tersebut, didapat setelah Otoritas Komunikasi Hong Kong (CA) mengumumkan akan menetapkan kebutuhan spektrum pertama di rentang 26GHz dan 28GHz untuk digunakan di seluruh wilayah pada kuartal kedua 2019.

Selain kedua pita frekwensi tersebut, CA juga berencana untuk melelang spektrum pita tinggi, yakni 380MHz pada pertengahan 2019.

BACA JUGA:
Ericsson : Koneksi 5G Diprediksi Mencapai 1,5 Milyar Pada Akhir 2024

CA mengumumkan bahwa, keputusan penetapan spektrum untuk layanan 5G dilakukan setelah proses konsultasi publik. Gelombang radio di pita 26GHz dan 28GH, akan ditetapkan secara administratif, sehingga tidak melibatkan lelang kompetitif.

Sebanyak 3,700MHz spektrum akan ditetapkan untuk layanan selular publik, dengan aplikasi yang jatuh tempo pada akhir 2018. 400MHz lain akan disisihkan untuk penyediaan layanan 5G lokal untuk kelompok pengguna tertentu berdasarkan basis geografis.

Pemerintah tidak akan membebankan biaya pemanfaatan spektrum (BPS) jika kurang dari 75 persen spektrum di band-band telah ditempati.

BACA JUGA:
Gunakan 5G, Oppo Lakukan Panggilan Video Multiparty Pertama di Dunia

Badan itu mengatakan akan mengadakan lelang di band 3.3GHz, 3.5GHz dan 4.9GHz pada bulan Juli atau Agustus, dan menyelesaikan BPS selama penjualan. Biro Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi akan menetapkan harga cadangan lebih dekat ke tanggal lelang.

Dalam sebuah pernyataan, perwakilan CA menjelaskan bahwa pita 3.5GHz akan digunakan oleh layanan satelit yang ada dan layanan selular generasi baru.

Di sisi lain, Kantor Otoritas Komunikasi Hong Kong telah berkoordinasi dengan operator jaringan yang relevan untuk memungkinkan penyebaran spektrum yang terkontrol dalam pita 3.5GHz dalam zona pembatasan di mana stasiun satelit satelit AsiaSat berada.

BACA JUGA:
Qualcomm Siap Rambah Ranah 5G di Indonesia

Regulator telah menghadapi kritik keras selama dua tahun terakhir untuk kebijakan spektrum 5G, terutama dari pemimpin pasar HKT, yang sering mengeluh tentang rendahnya kecepatan layanan internet.

Lelang frekwensi 5G telah menarik semua operator untuk berpartisasi. Keempat operator selular yang berlokasi di wilayah bekas koloni Inggris itu (HKT, 3 Hong Kong, China Mobile dan SmarTone), diketahui telah mengajukan penawaran pada akhir November 2018. Keempatnya bersaing memperoleh kavling pada spektrum 200MHz di band 900MHz dan 1800MHz.