Jakarta, Selular.ID – Data pribadi yang meliputi nama, alamat email, usia dan pekerjaan yang tertera di Google+ dikabarkan bocor.

Informasinya, sebanyak 52 juta data pribadi bocor, seperti dilaporkan The Sun, Google menemukan bug tersebut sebagai bagian dari praktik pengujian standarnya dan bertahap mulai memberi tahu pengguna yang terkena bug.

Sementara sisi konsumen Google+ dimatikan, perusahaan berencana untuk tetap menjalankannya sebagai produk untuk perusahaan yang berlangganan layanan perangkat lunak G Suite.

BACA JUGA:
Instagram Disusupi Bug Mengakibatkan Password Terpampang di Link URL

Dijelaskan David Thacker, Vice President Management Project Google, memutuskan untuk mempercepat penutupan semua API Google+ akan terjadi dalam 90 hari ke depan.

Bug memungkinkan pengembang akses aplikasi pihak ketiga untuk masuk ke informasi bahkan jika profil pengguna disetel ke pribadi. Menurut Google, pihaknya tidak terpikirkan bahwa peretas akan menggunakan kesalahan Google untuk mencuri data pribadi.

BACA JUGA:
Jaket Ini Bisa Ingatkan Anda Jika Ketinggalan Smartphone

Dalam blog tersebut, Google mengatakan bug terbaru mereka meninggalkan data dari 52,5 juta orang yang terpapar selama hampir seminggu antara 7 November hingga 13 November 2018.

“Selain itu, kami juga memutuskan untuk mempercepat sunsetting Google+ konsumen dari Agustus 2019 hingga April 2019. Meskipun kami mengakui ada implikasi untuk pengembang, kami ingin memastikan perlindungan pengguna kami,” tulis Thacker.

BACA JUGA:
Google Tambah Fitur Smart Reply Untuk Hangouts Chat

Ditambahkan Thacker, dia menyadari bahwa produk yang handal adalah yang mampu melindungi data penggunanya, sehingga hal itu terus diupayakan Google.