Jakarta,Selular.ID – Baru-baru ini Gojek ramai disebutkan dukung LGBT. Hal ini muncul karena salah satu petinggi Gojek, Brata Santoso, Vice President Operations and Business Development menyampaikan melalui akun media sosialnya, yang menggambarkan dukungan perusahaan terhadap lesbian, gay, bisexual, transgender (LGBT).

Hal tersebut langsung menuai pro dan kontra. Pernyataan Brata pun memicu kemunculan tagar #uninstallgojek.

BACA JUGA:
Menebak Siapa Decacorn Pertama Indonesia

Ketika itu ditanyakan kepada Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, enggan berkomentar banyak. Menurutnya, hal itu sudah tidak menarik untuk dibahas, sehingga tidak perlu ditanyakan lagi.

“Saya tidak mau tanggapi, hal itu sudah tidak ada isyu lagi,” ujar Rudiantara, dalam acara pencapaian empat tahun pencapaian kinerja Kominfo, di Jakarta (25/10/10).

Ketika didesak pun Rudiantara lebih tertarik untuk membicarakan kinerja Kominfo selama empat tahun ini.

BACA JUGA:
70 Persen Donatur Palu di Kitabisa.com Gunakan Go-Pay

Ketika pertama kali kontroversi Gojek yang diindikasikan mendukung LGBT mencuat, Selular sempat menanyakan pula kepada Rudiantara melalui pesan singkat. Namun hingga kini Menkominfo tidak juga memberikan jawaban.

Dalam keterangan resminya Gojek menyebutkan mengenai pernyataan Brata, Gojek menekankan itu merupakan pendapat dan interpretasi pribadinya terkait keberagaman.

Pihaknya sangat menghargai keberagaman. Perusahaan pun yakin ide dan kreativitas, yang menjadi kunci melahirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat, merupakan hasil kerja sama berbagai latar belakang pendidikan, budaya dan keyakinan.

BACA JUGA:
Tarif Turun Menjadi Rp1.600 Per Km, Ratusan Driver Gruduk Kantor GoJek

Layanan ride-sharing itu pun menekankan keberagaman merupakan elemen dalam dinamika karyawannya.