Jakarta, Selular.ID – Selama tiga bulan terakhir, Twitter mengembangkan kebijakan baru untuk mengatasi penggunaan bahasa yang tidak manusiawi di Twitter.

Penggunaan bahasa seperti ini dapat berakibat buruk terhadap penggunaan Twitter sebagai sebuah platform, termasuk normalisasi kekerasan yang serius.

Beberapa konten ini termasuk dalam kebijakan perilaku kebencian di Twitter (yang melarang ajakan kekerasan terhadap atau menyerang secara langsung atau mengancam orang lain atas dasar ras, etnis, asal kebangsaan, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas gender, afiliasi agama, usia, disabilitas, atau penyakit serius), tetapi masih ada Tweet yang dianggap banyak orang sebagai kasar, bahkan ketika mereka tidak melanggar Peraturan Twitter.

BACA JUGA:
Tips Melaporkan Konten Yang Melanggar Peraturan di Twitter

Twitter berupaya mengatasi hal ini untuk menciptakan percakapan publik yang lebih sehat.

Dengan perubahan ini, Twitter ingin memperluas kebijakan perilaku kebencian dengan menyertakan konten yang merendahkan orang lain berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok yang dapat diidentifikasi, bahkan ketika materi tidak menyebutkan target langsung.

Kali ini, Twitter mencoba sesuatu yang baru dengan meminta umpan balik pengguna sebelum kebijakan tersebut resmi menjadi bagian dari Peraturan Twitter.

BACA JUGA:
5 Juta Pengguna Internet Sirna Akibat Pajak Media Sosial

Vijaya Gadde, Legal, Policy and Trust & Safety Lead, Twitter menyebutkan, “Kami mengharapkan umpan balik pengguna untuk memastikan adanya perspektif global serta mendapatkan gambaran tentang bagaimana dampak kebijakan ini terhadap beragam komunitas dan budaya. Untuk bahasa yang tidak diwakili di sini, tim kebijakan kami bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah lokal dan pembuat kebijakan untuk memastikan perspektif mereka menjadi bahan pertimbangan.”

Gadde menyebut ini adalah bagian dari upaya bersama Twitter untuk meningkatkan kesehatan percakapan publik di platform dan berharap ini memberi pemahaman yang lebih baik kepada pengguna tentang bagaimana peraturan baru dibuat.

BACA JUGA:
Cara Diam-diam Unfollow Teman di Facebook, Twitter, dan Instagram

“Kami ingin pengguna menjadi bagian dari proses ini,” ucapnya.

Pengguna dapat mengisi survei ini hingga hari Selasa, 9 Oktober, pukul 20.00 WIB. Setelahnya, Twitter akan melanjutkan proses reguler yang mengikutsertakan kelompok kerja lintas fungsi, termasuk anggota pengembangan kebijakan kami, penelitian pengguna, engineers, dan tim penegakan peraturan.