Tuesday, May 21, 2019
Home News Feature Saat Samsung Terpeleset, Kinerja Huawei Semakin Meroket

Saat Samsung Terpeleset, Kinerja Huawei Semakin Meroket

-

Jakarta, Selular.ID – Tak berlebihan jika kompetisi keras di industri smartphone sudah mengarah pada zero sum game. Keberhasilan satu vendor memperbesar market share, membuat penguasaan pasar pemain lain menjadi tergerus. Tengok saja performa dua vendor teratas di dunia, Samsung dan Huawei.

Tercatat selama semester pertama 2018, Samsung harus mengakui keunggulan Huawei. Konglomerat Korea Selatan itu hanya membukukan penjualan sebesar KRW58.48 triliun atau sekitar Rp752 triliun, hasil terendahnya selama 12 bulan terakhir.

Baca juga: Penjualan Galaxy S9 Melemah, Keuntungan Samsung Melambat

Samsung menyatakan penurunan pendapatan, yang sudah diindikasikan sebelumnya dalam pedoman penghasilan, dikarenakan penjualan yang lebih rendah dari smartphone dan panel display, namun permintaan untuk chip memori tetap kuat, seperti yang diperkirakan analis.

Divisi IT & Mobile Communications yang bertanggung jawab atas smartphone Galaxy mengalami penurunan penjualan sebesar 20% dari KRW30 triliun (Rp386 triliun) menjadi KRW24 triliun (Rp308 triliun) setiap tahun.

Alasan untuk hasil yang tak menggembirakan itu, dikatakan adalah persaingan yang semakin ketat dan siklus akhir dari model low-end lawas.

Namun Samsung memperkirakan permintaan untuk smartphone dan tablet akan kembali meningkat di semester kedua 2018, yang akan didorong oleh kedatangan Galaxy Note9 sebelum akhir Q3.

Berbeda dengan Samsung, rival terdekatnya Huawei justru mengalami pertumbuhan yang signfikan. Vendor asal China itu bahkan mampu mengkudeta Apple di posisi kedua berkat penjualan yang melonjak di berbagai segmen smartphone.

Selama kuartal kedua 2018, Huawei telah melampaui Apple dalam jumlah pengiriman secara keseluruhan. Raksasa China itu mengirimkan 54,2 juta unit handset. Angka tersebut adalah rekor tertinggi perusahaan dan menegaskan raihan 15,8% dari pangsa pasar global dan 27% dari pangsa pasar China (juga rekor Huawei).

Baca juga: IDC: Huawei Lampaui Apple di Q2 2018

Hal ini sekaligus menempatkan Huawei di posisi nomor dua secara global. Sementara Apple tergelincir ke posisi tiga dengan pengapalan 41,3 juta unit handset dan 12,1% pangsa pasar global.
Sepanjang tahun ini, Huawei menargetkan pengiriman 200 juta smartphone, peningkatan 31% dibandingkan 2017 (153 juta unit). Richard Yu, CEO kelompok bisnis konsumen Huawei, mengatakan bahwa pencapaian yang signifikan sepanjang beberapa tahun terakhir, bisa menjadi pendororong keberhasilan selanjutnya dari Huawei, yakni menjadi vendor smartphone terbesar di dunia pada Q4 2019.

Yu mengatakan enam bulan terakhir telah luar biasa untuk bisnis konsumen Huawei, “Ditandai oleh pertumbuhan yang kuat dari bisnis kami di semua pasar dan lini produk”, ujar Yu seperti dikutip dari kantor berita Reuters.

Sukses menggusur Apple menjadikan Huawei lebih percaya diri. Vendor yang berbasis di Shenzen itu, bersiap untuk menjadi pemain puncak pada akhir 2019, mengalahkan Samsung yang sudah bercokol di posisi tersebut sejak 2012.

Mengacu pada data awal yang telah dipublikasikan oleh International Data Corporation (IDC), para produsen (OEM) smartphone dunia telah mengirimkan total 342 juta unit selama Q2 tahun ini. Terdapat penurunan 1,8% dari Q2 tahun 2017, karena dalam periode itu OEM mampu mengirimkan total 348,2 juta handset.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest