Tuesday, October 22, 2019
Home News FinTech Pertumbuhan Fintech di Indonesia Melambat

Pertumbuhan Fintech di Indonesia Melambat

-

Jakarta,Selular.ID – Perkembangan fintech di Indonesia semakin pesat, terbukti dengan munculnya banyak perusahaan startup berbasis fintech beberapa tahun terakhir ini.

Fintech mulai menempati bagian besar di industri startup Indonesia.
Di indonesia sendiri disebutkan ada 235 player, dan 39 persennya adalah jenis payment. Kendati begitu, ada beberapa kendala yang membuat fintech khususnya payment di Indonesia seperti berjalan di tempat, tidak seperti di China.

Johanna Gani, Managing Partner Grant Thortnton Indonesia, sebagai Cunsultant Jasa Assurance, mengatakan kalau di Indonesia tertinggal 15 tahun dari China.

“Contohnya saat kita melakukan pemayaran belanja online melalui ATM, itu dilakukan China 15 tahun yang lalu,”tutur Johanna.

Lebih jauh Johanna menuturkan, salah satu kendalanya adalah ekosistem, dikatakan dia  industri fntech adalah ekosistem yang belum kuat.

“Misalnya cash in cash out, lalu masih banyak tempat-tempat yang belum bisa menerima pembayaran non tunai, begitu juga dengan proses top up uang elekteonik yang dinilai masih cukup menyulitkan,”ujar Johanna di Jakarta (29/08/18).

Untuk mewujudkan ekosistem fintech yang komperhensif tidak dapat dilakukan satu pihak saja, artinya semua pemangku kepentingan dalam ekosistem keuangan perlu memiliki komitmen untuk berkolaborasi dalam membangun dan mewujudkan ekosistem fintech di Indonesia melalui berbagai inovasi dan solusi.

“Tapi sekarang sudah mulai terlihat ekosistemnya, karena beberapa mini market dan toko-toko makanan, kafe sudah melayani jenis pembayaran ini,”kata Johanna lagi.

Johanna menambahkan, pemerintah juga perlu turut serta dan berperan aktif dalam mendorong penyerapan dan inplementasi solusi fintech di berbagai sektor melalui regulasi-regulasi yang jelas dan stabil bagi pemain fintech di Indonesia.

Latest