Sunday, September 22, 2019
Home News Facebook Bantah Penyalahgunaan Data Pengguna Indonesia, Kominfo Terus Selidiki

Facebook Bantah Penyalahgunaan Data Pengguna Indonesia, Kominfo Terus Selidiki

-

Jakarta, Selular.ID – Kasus penyalahgunaan data Facebook di Indonesia oleh Cambridge Analityca telah menemui titik terang. Jumlah pengguna Facebook di Indonesia yang datanya disalahgunakan Cambridge Analityca setidaknya mencapai 1 juta.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) terus melakukan upaya untuk melindungi data pengguna Facebook dan segera menyelesaikan kasus ini.

Kominfo telah melayangkan surat peringatan bahkan akan memberikan sanksi penutupan sementara kepada Facebook terkait kasus penyalahgunaan data tersebut. Diberitakan sebelumnya, pihak otoritas Inggris telah melakukan proses audit kepada Facebook terkait kasus penyalahgunaan data oleh Cambridge Analityca. Kini Facebook mengumumkan hasil audit tersebut.

“Facebook mengirimkan surat kepada Kominfo yang menyatakan bahwa Cambridge Analityca tidak mencuri data pengguna Facebook di Indonesia. Namun, kami tidak percya begitu saja. Kami terus menyelidikinya karena belum tentu kebenarannya,” ucap Menkominfo, Rudiantara saat ditemui Selular.ID pada acara Halal Bi Halal di Rumah Dinas Menkominfo di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Dikatakan Rudiantara, pihak Otoritas Inggris yang melakukan audit Facebook menyatakan bahwa ada kesalahan yang dilakukan Cambridge Analityca.

“Bagi warga Indonesia yang merasa datanya yang salah digunakan Cambridge Analityca bisa lapor ke Kominfo. Pengguna bisa tahu datanya disalahgunakan melalui download aplikasi Facebook tersebut,” tegas pria yang akrab Chief RA ini.

Dijelaskan Chief RA penyalahgunaan data pengguna memang tidak dibenarkan.

“Perlindungan data pengguna sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik (PM 20/2016). Tapi memberikan data pengguna secara sadar itu lain soal,” imbuh Chief RA.

Dalam Permen tersebut dijelaskan bahwa pemilik data pribadi berhak atas kerahasiaan data miliknya, mengajukan pengaduan dalam rangka penyelesaian sengketa data pribadi, mendapatkan akses untuk memperoleh historis data pribadinya dan berhak meminta pemusnahan data perseorangan tertentu miliknya dalam sistem elektronik. Perlindungan data pribadi ini menggunakan sistem elektronik yang sudah tersertifikasi dan mempunyai aturan internal tentang perlindungan data pribadi yang wajib memperhatikan aspek penerapan teknologi, sumber daya manusia, metode, dan biayanya seperti diatur dalam Pasal 26 PM 20/2016.

Latest