Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Australia akan segera menetapkan pelarangan bagi vendor Cina Huawei dari tender peralatan telekomunikasi untuk jaringan 5G di negara itu. Seperti Amerika Serikat dan sekutu lainnya, kekhawatiran atas keamanan data yang bersifat sensitif menjadi pemicu munculnya kebijakan tersebut.

Berdasarkan dua sumber terpercaya, kantor berita Reuters melaporkan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk tindakan atas kecurigaan jangka panjang yang diyakini oleh badan-badan intelijen barat terkait operasi bisnis Huawei dengan pemerintah China dan kekhawatiran terkait peralatannya dapat digunakan untuk tindakan memata-matai atau spionase.

BACA JUGA:
Tablet 10.1 inci Huawei MediaPad M5 Lite Diam-diam Meluncur

Bulan lalu, Huawei membalas kritik dari negara mengenai keamanan peralatannya, karena berusaha untuk menghilangkan kekhawatiran dan menghindari terkunci dari penawaran untuk kontrak 5G.

Huawei berjanji kepada para pejabat Australia untuk melakukan pengawasan menyeluruh atas peralatan 5G-nya, termasuk penempatan BTS, menara dan peralatan transmisi radio. Namun berbagai langkah pembelaan yang dilakukan petinggi Huawei di negeri kanguru itu tampaknya tidak berhasil.

Baca juga: Karena Alasan Keamanan, Huawei Terancam Tak Bisa Ikut Tender 5G

Reuters mencatat, kampanye pelarangan bagi Huawei karena isu keamanan nasional, tampaknya telah diterima oleh negara lain, termasuk Inggris. Isu tersebut menyentuh pejabat pemerintah yang pada akhirnya berujung pada peninjauan semua produk telekomunikasi, terutama yang berasal dari vendor China.

BACA JUGA:
Huawei Y5 Prime 2018 Mulai Dijual di Indonesia

Sejauh ini AS merupakan negara terdepan yang bersikap sangat keras terhadap vendor China, seperti Huawei dan ZTE. Khusus untuk Huawei, AS telah mematikan sebagian besar dari jaringan yang sebelumnya dibangun Huawei, sementara bisnis perdesaannya di negara itu juga terancam.

Baca juga: Sanksi Terhadap ZTE dan Huawei, Apa Sesungguhnya yang Terjadi?

BACA JUGA:
Tak Semua Sekutu AS Memboikot Huawei

Badan-badan intelijen Australia telah mengatakan model pengawasan semacam itu atau perlindungan lain yang diadopsi oleh negara-negara barat lainnya termasuk Kanada dan Jerman, tidak akan cukup untuk menghilangkan kekhawatiran. Alhasil, opsi melakukan pelarangan terhadap teknologi 5G yang dikembangkan Huawei adalah hal yang sangat memungkinkan.

Salah satu sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa, sebagai perusahaan China dan di bawah hukum komunis, “mereka harus bekerja untuk agen intelijen mereka jika diminta. Tidak ada banyak perusahaan lain di seluruh dunia yang memiliki komite politik mereka sendiri.”

BACA JUGA:
Review Huawei P20 Pro: Nggak Perlu Jago Motret Bikin Foto Kece

Sementara Huawei menghadapi pelarangan jaringan 5G Australia, perusahaan pada minggu ini dilaporkan memenangkan kontrak di negara tersebut untuk membangun dan memelihara sistem radio, yang dirancang untuk memberikan layanan suara dan data pada jaringan kereta api di kota Perth.

Laporan menyatakan kesepakatan dari Otoritas Transportasi Umum Australia Barat bernilai AUD136 juta (US$ 101 juta): akan mulai berjalan pada akhir bulan ini dan dijadwalkan selesai pada 2021 mendatang.