Jakarta, Selular.ID – Berdasarkan laporan investigasi selama sembilan bulan, Amazon dituding melakukan beberapa kesalahan tentang pekerja perakitan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para pekerja di pabrik milik Foxconn yang merakit Kindle dan Echo besutan Amazon terlalu banyak bekerja. Selain itu, bayaran mereka pun rendah seperti dikutip GSMArena.

Amazon menilai Foxconn tidak memperhatikan kesejahteraan pegawai yang memproduksi produk mereka. Menurut perusahaan pengawas China Labor Watch, para pekerja di fasilitas di Hengyang bekerja lebih dari 100 jam lembur selama satu bulan.

Baca Juga:  Jabra Belum Siap Dirikan Pabrik di Indonesia

Aturan jam kerja yang berlaku di Tiongkok, maksimal 24 jam kerja. Rata-rata mereka bekerja selama 36 jam kerja, meskipun di negara ini diijinkan. Sedangkan sisanya 8 jam kerja wajib dibayarkan.

Para pekerja perakitan tersebut mendapatkan pemotongan gaji akibat absensi yang tidak disengaja seperti sakit. Walaupun para pekerja perakit bekerja untuk Foxconn, namun produk yang mereka produksi milik Foxconn. Jadi Aamazon juga memperhatikan kesejahteraan mereka.

Baca Juga:  Penjualan Speaker Pintar Google Kalahkan Amazon 

Amazon telah membuat pernyataan resmi bahwa mereka telah menyelesaikan audit fasilitas Hengyang pada Maret 2018. Hasil audit ini mengidentifikasi dua masalah yang menjadi perhatian. Amazon juga menegaskan bahwa pihaknya telah menghubungi Foxconn untuk segera mengatasi masalah tersebut.