Thursday, September 19, 2019
Home News Registrasi SIM Card Jadi Masalah, Ini Tanggapan Indosat

Registrasi SIM Card Jadi Masalah, Ini Tanggapan Indosat

-

Jakarta, Selular.ID – Polemik registrasi SIM Card memang belum menemui titik terang hingga saat ini. Sejumlah pihak termasuk Kominfo dan provider di Indonesia turut berupaya menyelesaikan kasus registrasi SIM Card ini.

Menanggapi hal ini, CEO sekaligus Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi turut memberikan komentar terkait kebijakan registrasi kartu SIM prabayar untuk nomor seluler yang akan digunakan.

“Untuk proses registrasinya sendiri, pengguna dapat mendaftarkan data diri diatas 3 Nomor Induk Kependudukan (NIK) berdasarkan KTP. Kalau perorangan bisa registrasi kartu di atas 3 NIK. Kalau toko tidak boleh diatas 3,” ujar CEO dan Direktur Utama Indosat, Joy Wahjudi kepada SelularID ditengah acara RUPST Indosat di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Joy Wahjudi, CEO dan Direktur Utama Indosat (Donnie Pratama Putra/SelularID)

Joy menuturkan bahwa selama ini sering terjadi kesalahpahaman mengenai registrasi di atas 3 NIK. Pada dasarnya, semua registrasi yang dilakukan harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) yang valid.

Data kependudukan yang digunakan untuk registrasi harus sesuai dengan penggunanya atau seizin pemiliknya. Ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan data yang dilakukan sejumlah pihak.

“Biasanya konter pulsa sering melakukan ini. Dia meregistrasikan banyak kartu perdana yang dijualnya lebih dari tiga. Kartu perdana tersebut diisi kuota data. Setelah itu, biasanya kartu tersebut dibuang oleh penggunanya setelah kuota datanya habis. Jika ini terus dilakukan, maka urusannya bukan sama provider saja, tapi kepolisian,” imbuh Joy.

Menurutnya, jika pengguna ingin melakukan registrasi banyak kartu, bisa dilakukan di gerai resmi atau distributor resmi yang bekerja sama dengan operator termasuk Indosat. Indosat pun telah menghentikan produksi kartu perdana dengan isi kuota sejak Januari 2018. Ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaan data pelanggan yang kerap terjadi.

“Kalau pun di toko masih ada, itu stok lama dari pabrikan kita. Kemungkinan pihak konter yang mendaftarkan sendiri. Kita sekarang hanya menjual katu perdana kosong saja tanpa isi kuota data. Jadi, pelanggan sendiri nantinya yang melakukan registrasi, bukan dari konter,” tegas Joy.

Joy mengakui bahwa pendapatan Indosat menurun di tahun 2017 ini dikarenakan stop penjualan kartu perdana Indosat dengan isi kuota. Tercatat laba bersih Indosat mengalami penurunan dari triwulan keempat tahun 2017 (TW4-2017) dari Rp 46 Miliar menjadi minus 506 Miliar di triwulan pertama tahun 2018 ini (TW1-18). Penurunanya sebesar 1211,4% berdasarkan hasil RUPST Indosat 2018.

Latest