Thursday, December 12, 2019
Home News Social Media Maaf! Cuma Itu yang Bisa Dilakukan Facebook ke Uni Eropa

Maaf! Cuma Itu yang Bisa Dilakukan Facebook ke Uni Eropa

-

Jakarta, Selular.ID – Kasus pembobolan data yang terjadi di Facebook oleh pihak ketiga seakan buntu. Seluruh masyarakat dunia merasa dirugikan akibat pencurian data oleh Cambridge Analytica baik Uni Eropa, Indonesia serta negara lain. Untuk itu, CEO Facebook, Mark Zuckerberg meminta maaf kepada pimpinan Parlemen Eropa di Brussels, Belgia seperti dilansir dari Reuters.

“Kami meminta maaf atas penyalahgunaan data yang terjadi di Facebook. Ini jelas merupakan pelanggaran kepercayaan. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada rincian rekening bank, informasi kartu kredit, atau nomor ID kartu identitas yang dibagikan,” tutur CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Mark menambahkan kebanyakan orang memberikan data mereka sendiri tanpa disadari melalui profile Facebook.

“Mulai dari profil pribadi, halaman yang mereka sukai, daftar teman, teman yang berulang tahun dan informasi lainnya. Pengguna dapat mengatur akun mereka. Pilih private jika tidak ingin membagikan informasi mereka,” tegas Mark.

Facebook dan Cambridge Analytica sudah mendapat gugatan class-action yang diajukan oleh warga AS karena menggunakan data mereka tanpa izin. Pemerintah Uni Eropa meragukan keamanan data dari warganya yang tidak menggunakan Facebook. Menurut Facebook, jelas data tersebut diperoleh dari jejak digital penggunanya melalui aplikasi dan website.

Ketika ditanya dalam pertemuan tersebut apakah Facebook dan anak usahanya, WhatsApp mampu memblokir iklan yang muncul di platform mereka, Mark memilih diam seribu bahasa. Apakah ini sengaja dilakukan Facebook untuk menjual data pengguna kepada pihak ketiga untuk kepentingan tertentu.

Baca juga: Facebook Sangkal Jual Data Pengguna ke Pengiklan, Benarkah ?

Jika memang Facebook tidak terbukti menjual data, seharusnya mereka melindungi data penggunanya sebaik mungkin sehingga tidak terjadi lagi pencurian data. Tak cukup hanya meminta maaf saja seperti yang dilakukan Facebook di beberapa negara selain Uni Eropa, termasuk Indonesia. Facebook harus segera mengambil tindakan.

 

Latest