Ilustrasi

Jakarta, Selular.ID – Konten pornografi di internet kini semakin berkurang. Sejumlah pihak termasuk Kominfo turut memberantas konten dewasa di internet. Berbagai langkah dilakukan Kominfo untuk memberantas konten pornografi, salah satunya dengan mesin sensor internet yang diluncurkan Kominfo tahun 2017 lalu.

Mesin sensor internet ini bekerja dengan sistem crawling yang dapat melacak semua konten negatif, khususnya pornografi. Mesin ini terbukti efektif dalam mengurangi konten dewasa yang tersebar luas.

“Kurun waktu 4 bulan, jutaan situs dewasa telah terdeteksi oleh mesin ini. Sekitar 30 ribu domain dewasa sudah diblokir. URL nya sudah kita blokir, namun gambar nya belum,” Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan kepada Selular.id di kantor Kominfo, Menteng, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

BACA JUGA:
2020, Ucapkan Selamat Tinggal Pada Google Hangouts

Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan (Donnie Pratama Putra / Selular.id)
Segala upaya telah dilakukan Kominfo untuk mencegah munculnya gambar pada hasil pencarian di search engine seperti Google. Namun belum membuahkan hasil.

“Saat dicari dengan keyword situs tersebut, URL nya sudah tidak bisa dibuka. Namun, gambar situs tersebut masih muncul ketika pindah ke pencarian gambar. Ketika gambar tersebut, maka secara otomatis akan langsung masuk ke situs tersebut,” tutur pria yang kerap disapa Semmy ini.

BACA JUGA:
For You di Google Maps Perluas Jangkauan di Sejumlah Negara

Kini Kominfo mendapatkan metode yang tepat untuk memblokir gambar dewasa yang muncul di Google dan lainnya. Sistem kerja metode ini menggunakan DNS (Domain Name System). Sammy meyakini bahwa metode ini mampu memblokir hasil pencarian gambar situs dewasa di Google dan search Engine lainnya.

“Saat ini, Kominfo telah melakukan ujicoba untuk metode baru ini. Jika berhasil, metode ini akan menjadi pertama Indonesia yang mampu meblokir pencarian gambar di Google dan lainnya. Mengingat, metode serupa telah diterapkan di beberapa negara, seperti Tiongkok dan kawasan Timur Tengah,” ucap Semmy.

BACA JUGA:
Jaket Ini Bisa Ingatkan Anda Jika Ketinggalan Smartphone

Semmy menuturkan bahwa pihaknya telah berbicara dengan operator telekomunikasi dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk segera menerapkan metode ini dalam waktu dekat.

Pekan depan, Semmy menjelaskan akan ada pertemuan lanjutan dengan semua operator. Sayangnya, Google tidak diajak dalam pertemuan tersebut karena menjadi urusan dalam negeri Kominfo untuk memblokir semua konten pornografi di internet.