Jakarta, Selular.ID – Saat ini China menjadi negara dengan adopsi pembayaran digital tercepat dan terbesar di dunia. Namun beberapa negara lain, diprediksi akan segera mengejar China. Salah satunya adalah India.

Laporan terbaru menyebutkan, pembayaran digital di India bisa bernilai USD1 triliun setiap tahunnya dengan empat dari lima transaksi dilakukan pada perangkat yang terhubung pada 2025.

Dalam sebuah dokumen yang diterbitkan oleh ACI Worldwide, penyedia pembayaran elektronik dan solutons real-time, dan perusahaan solusi pembayaran berbasis India AGS Transact Technology memperkirakan, bahwa India berada posisi terdepan dalam pembayaran global.

Hal itu didorong oleh tiga faktor utama, yakni adopsi e-payment secara massal , ekosistem fintech yang terus berkembang, dan kebijakan pemerintah yang menguntungkan.

BACA JUGA:
Fintech Targetkan Inklusi Keuangan Menjadi 75% Pada 2019

Faktor utama yang mendorong penyerapan mencakup kemungkinan penggandaan basis pengguna smartphone India menjadi 500 juta pada tahun 2020, dengan semakin terjangkaunya perangkat dan data yang memacu “transaksi digital yang aman dan mudah ditebak berdasarkan biometrik, otorisasi multi faktor, serta ledakan konsumen Layanan via mobile internet “.

Selain itu, inisiatif seperti UPI (Unified Payment Interface) akan mendorong interoperabilitas antar bank yang lebih besar, tidak bergantung pada perusahaan pengakuisisi, penyedia pembayaran atau aplikasi seluler, serta adanya peningkatan pada perangkat yang terhubung di India dan di seluruh dunia.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 2020 basis pengguna untuk transaksi digital akan mencapai lebih dari tiga sampai 300 juta, naik dari 90 juta hari ini. Hal itu didorong oleh penggunaan transaksi digital yang meningkat, serta pengguna baru dari daerah pedesaan dan semi-perkotaan yang mulai memasuki pasar.

BACA JUGA:
Nilai Investasi Akseleran di Yogyakarta Capai Rp3 Miliar 

“India sedang mengalami transformasi yang luar biasa yang didorong oleh digitalisasi pembayaran yang cepat,” kata Manish Patel, VP ACI Worldwide.

“Temuan penelitian baru kami memperkuat pandangan kami bahwa teknologi terukur dan dapat diandalkan akan menjadi penting bagi masa depan pembayaran di India karena pasar terus mengalami pertumbuhan yang luar biasa.”

ACI telah mengabulkan minggu lalu bahwa pihaknya telah menerapkan solusi pembayaran eceran UPI, karena hal ini akan mendorong solusi UPI di negara ini.

BACA JUGA:
64 Aplikasi Fintech Sudah Terdaftar di OJK

Salah satu pemain yang bersiap untuk mencicipi manisnya kue pembayaran digital di India adalah WhatsApp. Sejak tahun lalu, WhatsApp telah mengerjakan pembayaran digital dan peer-to-peer. Pada akhir Februari 2018 perusahaan pesan milik Facebook mulai meluncurkan layanan ini dalam versi beta di India, salah satu pasar terpentingnya.

Baca juga: Transfer Uang via WhatsApp Sudah Bisa

WhatsApp dilaporkan telah mendaftarkan sejumlah bank India untuk membantu meningkatkan layanan pembayarannya.

Perusahaan juga memanfaatkan jaringan Unified Payments Interface India atau UPI, yang memungkinkan transfer instan antar bank peserta.