spot_img
BerandaNewsPolicyBareskrim Bakal Panggil Operator? Ini Tanggapan Kominfo

Bareskrim Bakal Panggil Operator? Ini Tanggapan Kominfo

-

Jakarta, Selular.ID – Menyusul polemik registrasi prabayar yang diduga terjadi adanya penyalahgunaan NIK, beredar kabar adanya surat perintah penyelidikan (Sprindik) dari Bareskrim untuk memanggil tiga operator nasional.

Ketika dikonfirmasi ke Rudiantara, Menteri Kominfo, mengatakan “Saya tidak tahu,” ujarnya saat ditemui Selular.ID usai Penandatanganan Nota Kesepahaman Program SmartGen From Vocation School to Job Ready di Jakarta, (22/3/2018).

Rudiantara malah mempertanyakan kabar tersebut. “Memang Bareskrim mau panggil operator?” tanyanya balik.

Lebih lanjut Rudiantara mengaku siap untuk membantu Bareskrim, jika memang ada sprindik. Namun ia menegaskan kalau penegakkan hukum diterapkan bagi orang yang melakukan penyalahgunaan identitas orang lain.

“Kalau memang ada penegakkan hukum (di program registrasi ulang), penegakkan hukum itu bagi orang yang menggunakan identitas orang lain. Itu kan dilarang. Baik oleh UU ITE maupun UU Administrasi Kependudukan. Kan hukumannya bisa sampai 12 tahun atau Rp25 juta,” terang Rudiantara.

“Jadi, bukan masalah registrasinya, tapi penyalahgunaan identitas orang lain, itu yang bermasalah,” kata Rudiantara menekankan.

Mengenai apakah betul ada pemanggilan operator oleh Bareskrim, Rudiantara hanya berkata, “Itu hanya teman-teman Barekrim yang tahu,” tegasnya.

Dari kabar yang diterima Selular, rencana pemanggilan operator dilakukan hari ini tetapi kemudian ditunda hingga pekan depan.

Seperti diketahui, sejak pemberlakukan registrasi ulang nomor selular prabayar Oktober tahun lalu, Bareskrim mengaku mendukung peraturan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Registrasi ulang SIM card sangat berguna sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran hoax.

Sampai dengan batas akhir periode pertama registrasi ulang, 28 Februari 2018, sebanyak 303 juta lebih pelanggan teregistrasi.

Baca juga: Kominfo Selidiki Penyalahgunaan NIK dalam Registrasi Prabayar

Namun ternyata, dalam proses registrasi kartu prabayar selular itu ditemukan adanya penyalahgunaan penggunaan NIK yang didaftarkan dengan banyak nomor. Bahkan ada 50 nomer yang didaftarkan dengan satu NIK.

Hal itu diketahui dari adanya laporan masyarakat yang masuk ke Kominfo.

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru