Wednesday, October 21, 2020
Home News FinTech Incar Investor Muslim, Platform Pendanaan Syariah Gandeng Agregator UKM Indonesia

Incar Investor Muslim, Platform Pendanaan Syariah Gandeng Agregator UKM Indonesia

-


Jakarta, Selular.ID – Guna menjembatani calon pengusaha rintisan yang tengah mencari modal untuk memulai usahanya, dengan cara mempertemukan mereka kepada para penanam modal global, platform pendanaan syariah Kapital Boost bersama agregator UKM (usaha kecil dan menengah) Alami mengumumkan kolaborasi.

“Layaknya marketplace, tapi kami khusus menjual project. UKM yang ingin memulai usaha, bisa mendeskripsikan gagasannya di Kapital Boost, lalu kami bantu sebarkan kampanye (boost) ke calon pembeli (investor) melalui media sosial,” kata Ronald Wijaya, Country Head Indonesia, Ethis Indonesia, pemilik platform Kapital Boost, pada acara bincang-bincang dengan media, di Jakarta (2/2/2018).

Ronald menuturkan bahwa platformnya menganut konsep crowdfunding (patungan). Jadi sebuah proyek bisa didanai oleh sejumlah uang yang dikumpulkan dari beberapa investor secara patungan.

Dari sisi UKM, Alami akan berperan sebagai penyaring UKM yang ingin bergabung di Kapital Boost. Nilai proyek (modal kerja) minimal Rp150 juta dan maksimal Rp1,5 miliar.

“Indonesia itu jiwa entrepreneurship-nya tinggi. Kami ingin membantu pengusaha-pengusaha kecil yang sudah berusia lebih dari satu tahun, yang ingin mencari pendanaan secara syariah. Kami akan buka di website, siapa pengusahanya, nomor contactnya ada, proyeknya apa, butuh modal berapa, bagi keuntungan-nya berapa, akan kami sebar di media social,” terang Ronald.

Sudah berdiri sejak 2015 di Singapura, tapi mayoritas (75%) proyek Kapital Boost berasal dari Indonesia. Sudah lebih dari 50 proyek tercantum (submit) di website dengan jumlah investor total 7.000-an dari 20 negara.

“Investor kami 90%-nya ada di luar negeri. Bagaimana mereka bisa percaya karena kami beri visual dan profil pengusaha secara transparan. Mereka bisa menghubungi pengusaha itu kapan saja mereka mau. Itu yang membedakan kami dengan yang lain,” ungkap Ronald.

Dari sisi investor, Kapital Boost menganut sistem retail, jadi menjaring investor-investor kecil. Mulai dari Rp2,5 juta sampai Rp500 juta.

“Kami pakai akad Murabahah untuk jual beli produk, jadi jelas uang ini dipakai untuk apa. Dengan kerjasama bersama Alami, kami harap bisa menambah kampanye yang ada di Kapital Boost sekitar 5 proyek (transaksi) per bulan,” papar Ronald.

Bembi Triawan Juniar, CEO Alami, mengatakan bahwa sistem kerja Alami sendiri adalah menghubungkan UKM Indonesia dengan institusi keuangan syariah, bisa perbankan syariah bisa non-syariah, salah satunya dengan Kapital Boost.

Karena baru didirikan Desember 2017, saat ini baru ada sepuluh UKM yang terdaftar di Alami. Kebetulan dua di antaranya sudah closed dengan nilai pembiayaan Rp13,5 miliar. Industri yang mendaftar di Alami ada manufacturing dan konstruksi.

“Kami akan screening nasabah yang apply di Alami dengan credit scoring. Lalu kami blast di perbankan syariah atau non-syariah. Nanti dari rekanan kami akan dikirimkan penawaran, pricingnya berapa, jumlah yang disetujui berapa, lewat platform Alami. Itu yang kami sampaikan ke end-user kami,” papar Bembi.

Perbedaan Alami dengan cara konvensional (nasabah mengajukan proposal ke bank), lanjut Bembi, adalah biasanya feedback-nya lama. Sementara di Alami, targetnya seminggu sudah selesai. Jadi nasabah bisa langsung compare lebih cepat mana penawaran yang ingin diambil.

“Melalui platform Kapital Boost, kami harap pengusaha Indonesia bisa naik kelas,” tukas Ronald.

Latest