Tuesday, July 16, 2019
Home News FinTech Fintech Beranjak Syariah

Fintech Beranjak Syariah

-

Jakarta, Selular.ID – Indonesia memiliki jumlah penduduk yang mayoritas beragama Islam. Berbekal besarnya penduduk muslim tersebut, beberapa perusahaan financial technology (fintech) pun menghadirkan layanannya yang berbasis syariah.

Fintech Lending menjadi sektor yang mengawalinya. Salah satunya adalah penyedia layanan peer to peer Lending, Investree yang sudah mengembangkan layanan syariah dalam layanannya. Dikatakan Adrian Gunadi, Co Founder and CEO Investree baru-baru ini, antusias tinggi dari masyarakat terhadap layanan Fintech mendorong Investree bersama otoritas jasa keuangan dan syariah nasional, menggarap fatwa Fintech financing berbasis syariah yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

Disebutkan Adrian, Investree syariah merupakan layanan pembiayaan usaha syariah yang dijamin dengan menggunakan tagihan atau invoice (invoice financing). Serta dirancang dengan menggunakan skema syariah melalui Akad Al Qardh untuk memberikan dana talangan, dan akad wakalah bil ujrah untuk penunjukan lender (pemberi pinjaman), sebagai wakil dalam melakukan penagihan guna mendapatkan ujrah atau imbal hasil atas jasa penagihan yang dibayarkan oleh borrower (peminjam).

“Dengan hadirnya Investree syariah kami yakin dapat semakin memberdayakan UKM melalui layanan pembiyaan teknologi finansial yang aman, sehingga UKM bisa tumbuh sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang berlaku dan inklusi serta literasi keuangan syariah nasional dapat di tingkatkan,”kata Adrian

Adrian menambahkan, pendanaan di Investree syariah 100% prosesnya online. Lender akan langsung menerima pengembalian dana sekaligus pendapatan berupa imbal hasil jasa penagihan yang dibayarkan oleh borrower tanpa beban biaya apapun.

Selain Investree, ada juga platform pendanaan syariah Kapital Boost yang menggandeng agregator UKM (usaha kecil dan menengah) Alami untuk menjembatani calon pengusaha rintisan yang tengah mencari modal untuk memulai usahanya, dengan cara mempertemukan mereka kepada para penanam modal global.

“Layaknya marketplace, tapi kami khusus menjual project. UKM yang ingin memulai usaha, bisa mendeskripsikan gagasannya di Kapital Boost, lalu kami bantu sebarkan kampanye (boost) ke calon pembeli (investor) melalui media sosial,” kata Ronald Wijaya, Country Head Indonesia, Ethis Indonesia, pemilik platform Kapital Boost, pada acara bincang-bincang dengan media, di Jakarta (2/2/2018).

Lebih lanjut Ronald menyampaikan bahwa Kapital Boost menggunakan akad Murabahah untuk jual beli produk, jadi jelas uang ini dipakai untuk apa. Dengan kerjasama bersama Alami, diharapkan bisa menambah kampanye yang ada di Kapital Boost sekitar 5 proyek (transaksi) per bulan.

Latest