Negara Ini Beri Sanksi Rp858 Miliar untuk Ujaran Kebencian

hate-speech
Jakarta, Selular.ID – Merebaknya ujaran kebencian di internet terutama di media sosial membuat pengguna internet gerah. Sejak tahun lalu, berbagai komunitas online gencar mensosialisasikan ‘bijak bermedsos’ agar masyarakat menyadari akan bahaya berita bohong dan ujaran kebencian.

Satu negara bahkan mengambil langkah tegas dalam memberantas ujaran kebencian. Mulai 1 Januari 2018, Jerman akan memberi sanksi kepada jaringan sosial hingga €50 juta, atau sekitar Rp858 miliar, jika mereka gagal menghapus postingan yang berisi ujaran kebencian dalam waktu 24 jam, atau tujuh hari untuk “kasus kompleks”.

Undang-undang tersebut, yang dikenal dengan Network Enforcement Act (atau NetzDG), mulai berlaku pada bulan Oktober, namun memberikan masa tenggang sampai akhir 2017.

Meskipun mendapat kritik dan kekhawatiran atas kebebasan berbicara, namun undang-undang tersebut disahkan di Jerman, yang memiliki beberapa hukum terberat di dunia untuk kasus fitnah dan kejahatan kebencian. Pada bulan Juni, polisi Jerman menggerebek rumah berisi 36 orang yang dituduh melakukan ujaran kebencian dan konten ilegal lainnya.

Sebelum disahkan, tidak diketahui apakah raksasa media sosial mematuhi undang-undang tersebut atau menolaknya.

Yang pasti, Jerman tidak sendirian yang memaksa perusahaan teknologi untuk menghapus postingan berisi ujaran kebencian, Uni Eropa telah mengajukan permintaan serupa.

2018 baru saja dimulai, dan mengingat masalah yang dialami Facebook dan Twitter akibat ujaran kebencian di masa lalu, menghindari denda berat semacam itu mungkin merupakan tugas yang menantang bagi perusahaan-perusahaan ini.