Beranda News Millenial Diyakini Jadi Penggerak Ekonomi Digital

Millenial Diyakini Jadi Penggerak Ekonomi Digital

-

IMG_20171216_083334Jakarta, Selular.ID – Anak muda telah menjadi konsumen utama ekonomi digital. Saat ini, mereka yang lahir pasca-1980 atau yang sering diyakini sebagai generasi milenial, yang menentukan arah pasar ke depan.

Lembaga konsultan Solidiance memprediksi jumlah generasi milenial Indonesia akan mencapai 50 persen dari total populasi pada 2027.

Sebagai digital native, generasi milenial menginginkan kemudahan dalam melakukan transaksi. Perangkat mobile dan media sosial akan berperan penting dalam aktivitas keseharian. Tak terhindarkan permintaan akan layanan berbasis teknologi digital akan meningkat drastis.

Di sektor retail dan transportasi, pola interaksi pemberi layanan dengan konsumen sudah mengalami perubahan dan menciptakan efek domino ke bisnis konvensional. Kemunculan startup berbasis aplikasi digital seperti Gojek, Uber, Traveloka, Tokopedia, hingga Bukalapak telah mempengaruhi kinerja bisnis retail dan transportasi konvensional.

Sektor perbankan pun tidak luput dari transformasi digital yang mulai terjadi. Seperti disebutkan dalam laporan McKinsey Global Banking 2017, bahwa pergerakan digital yang terjadi di berbagai bidang, menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi industri perbankan. Bank mesti mengikuti pergerakan ekosistem ekonomi dunia yang dimotori digital dan data (Kompas, 25 Oktober 2017).

Setelah terhantam krisis finansial global, kali ini ancaman terhadap bank datang dari fintech. Perkembangan fintech, hingga perubahan tren permintaan pasar dan regulasi membuat bank konvensional harus memilih antara beradaptasi atau kehilangan pangsa pasar. Adaptasi terutama diperlukan dalam penerapan teknologi pintar yang berbasis digital.

Menjawab hal tersebut, bank konvensional dituntut untuk memodifikasi model bisnis dengan mengedepankan penerapan teknologi digital. Ini tentunya merupakan hasil kolaborasi dengan bisnis model yang diterapkan fintech yang cenderung lincah dan inovatif.

Hal ini telah dilakukan Bank DBS Indonesia yang meluncurkan layanan perbankan berbasis ponsel pintar pada Agustus lalu. Layanan yang disebut “digibank” tersebut, DBS ingin lebih mendekatkan diri dengan pengalaman konsumen yang semakin dinamis. Seiring pertumbuhan internet dan ponsel pintar, digibank menawarkan keleluasaan transaksi perbankan kapan dan dari mana saja.

“Kami menyaksikan perubahan perilaku konsumen dan masyarakat menginginkan cara bertransaksi di bank yang mudah, cepat dan praktis,” kata Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Paulus Sutisna.

Melalui fitur andalan, yaitu kecerdasan buatan dan machine learning, target utama DBS adalah generasi milenial yang mengedepankan kebebasan dan keamanan. Inovasi ini berada di jalur yang tepat, karena sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang kuat di masa depan.

Buyer's Guide

7 Smartphone Oppo dengan Fast Charging Hingga 65 Watt

Jakarta, Selular.ID - Fast charging menjadi salah satu fitur yang dicari konsumen saat hendak...

Smartphone Oppo dengan Triple Camera, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Jakarta, Selular.ID - Oppo termasuk vendor smartphone yang cukup aktif meramaikan pasar Indonesia, misalnya...

Rekomendasi Smartphone Rp3 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan pengguna ponsel tidak hanya pada fitur kamera saja, kapasitas memori,...

5 Smartphone Oppo Dengan Layar Punch Hole  

Jakarta, Selular.ID – Tampilan layar smartphone menjadi semakin lega sekaligus menawan berkat mengusung konsep...

Oppo A15 Usung 3 Kamera, Harga Rp1 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Oppo secara resmi meluncurkan perangkat A15 di Indonesia. Oppo A15 tampil...

Samsung Galaxy A21s Kini Tampil dengan Warna dan Memori...

Jakarta, Selular.ID - Samsung Indonesia kembali menghadirkan varian baru dari Galaxy A21s. Perangkat lini...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait