Monday, November 18, 2019
Home News Market Update IDC: Smartphone Kelas Menengah Tumbuh Berlipat Ganda

IDC: Smartphone Kelas Menengah Tumbuh Berlipat Ganda

-

itc depok
Jakarta, Selular.ID – Dari 13 persen tahun lalu, porsi smartphone di kategori menengah kini berlipat ganda menjadi 28 persen dari total penjualan di Indonesia. Hal itu terungkap dari data terbaru Quarterly Mobile Phone Tracker dari International Data Corporation (IDC).

Smartphone kategori menengah yang dimaksud IDC adalah perangkat dengan rentang harga antara USD200-USD400 atau kisaran Rp2,7 juta sampai Rp5,4 juta.

Melalui siaran resmi yang diterima Selular.ID, IDC mengungkapkan bahwa pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 7.9 juta unit di periode 2017Q2, bertumbuh sebesar 1% year-over-year (YoY) dan 9% quarter-over-quarter (QoQ). Periode bulan Ramadhan, dengan berbagai penawaran diskon dan promosinya, berkontribusi terhadap meningkatnya kembali jumlah pengiriman smartphone dari 2017Q1.

Bersama data tersebut, IDC juga mengungkap Top 5 merk smartphone di 2017Q2 di Indonesia. Mereka adalah Samsung, Oppo, Advan, Asus, dan Xiaomi.

Smartphone di kategori midrange, yaitu di rentang harga USD200-USD400, meraih pangsa pasar sebesar 28%, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari pangsa pasar 13% satu tahun yang lalu. Hal itu, menurut IDC, merefleksikan perubahan dalam kebutuhan konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik untuk menyokong pengalaman media & hiburan, produktivitas, dan mobile gaming.

“Selama beberapa tahun terakhir, berbagai vendor smartphone terus fokus dalam memenuhi regulasi TKDN, dan sekarang sebagian besar dari mereka sudah memenuhi regulasi tersebut, sehingga mereka dapat mengalihkan sumber dananya untuk berupaya melengkapi fitur dan nilai dari produk mereka,” kata Risky Febrian, Associate Market Analyst, IDC Indonesia, dalam siaran yang diterima Selular.ID (18/8/2017).

Indonesia Smartphone Market by Price Band, 2017Q2

Smartphone Class Market Share
2015Q2 2016Q2 2017Q2
Ultra High-End (>US$600)2%3%1%
High-End (US$400-US$600)1%1%3%
Mid-range (US$200-US$400)9%13%28%
Low-End (US$100-US$200)33%40%43%
Ultra Low-End (<US$100)56%43%26%
Total (million units) 7.6 7.9 7.9

Source: IDC Asia/Pacific Quarterly Mobile Phone Tracker 2017Q2

“Top vendor smartphone telah meningkatkan persaingan ke level yang lebih tinggi dengan menawarkan fitur-fitur terbaru seperti resolusi kamera yang lebih tinggi, sensor sidik jari, kapasitas penyimpanan dan memori yang lebih tinggi pada harga yang terjangkau. Dan hal tersebut diikuti dengan ekspansi dari layanan purna-jual mereka, yang pada akhirnya menyulitkan vendor yang lebih kecil untuk bersaing,” tambah Risky.

Peningkatan smartphone midrange juga terpengaruh oleh maraknya perushaan mikro finansial seperti Homecredit, Aeon Credit, Kredivo dan Akulaku. Layanan finansial tersebut membantu konsumen, yang tidak memiliki kartu kredit, untuk membayar dengan metode cicilan yang secara finansial lebih ringan, yang pada akhirnya membuat pembelian smartphone midrange dan high-end menjadi lebih mudah.

Pertumbuhan pangsa pasar midrange, yang didorong oleh merk berbasis China dan global, telah menjadi titik manis bagi vendor smartphone dimana mereka dapat menawarkan produk dengan kualitas yang lebih baik dan juga dapat mengelola profit yang lebih besar. Di sisi lain, vendor smartphone lokal terus menyederhanakan portfolio modelnya untuk fokus terhadap model yang populer dan meningkatkan performanya serta menyertakan konektivitas 4G. Sebagian besar dari vendor lokal tersebut sudah menyertakan konektivitas 4G pada lebih dari setengah total pengiriman smartphone mereka.

Selain aktivitas pemasaran seperti biasa, vendor smartphone seperti Samsung, Oppo, dan Xiaomi menawarkan insentif khusus selama periode Ramadhan. Mereka bekerjasama dengan bank dan perusahaan mikro-finansial untuk menawarkan promo cashback dan cicilan dengan bunga nol persen.

“Transisi dari smartphone ultra low-end ke tingkat yang lebih tinggi menunjukkan pertanda yang positif untuk Indonesia, terutama dalam hal kompetisi digital. Pergeseran ke arah perangkat yang lebih canggih sangat krusial karena akan membuka kesempatan baru untuk investor lokal ataupun asing terhadap implementasi berbagai trend teknologi digital, seperti misalnya Augmented/Virtual-Reality (AR/VR), Artificial Intelligence (AI), e-commerce, dan lain sebagainya,” pungkas Jensen Ooi, Snr Analyst & ASEAN Devices Research Team Lead.

Latest