Wednesday, October 21, 2020
Home News Startup 3 Startup Indonesia Selesaikan Pelatihan muru-D di Singapura

3 Startup Indonesia Selesaikan Pelatihan muru-D di Singapura

-

muru-D-Singapore
Jakarta, Selular.ID – Program akselerator perusahaan rintisan yang digagas oleh Telstra, muru-D Singapura, pekan ini mengumumkan pembukaan pendaftaran program gelombang ketiga. Muru-D akan memilih sepuluh perusahaan rintisan teknologi untuk berpartisipasi dalam program akselerasi selama enam bulan, yang dimulai pada September 2017.

Muru-D akan menyediakan dana sebesar SG$60,000 (sekitar Rp580 juta) untuk setiap perusahaan rintisan yang terpilih dan dana ini bisa menjadi modal awal. Mereka juga akan menyediakan akses ke berbagai dukungan bisnis selama enam bulan, selain ruang kerja kolaboratif di pusat distrik bisnis Singapura, perjalanan ke Silicon Valley di Amerika Serikat, serta perkenalan kepada sejumlah mentor, pembimbing dan investor kelas dunia, serta ahli-ahli dari Telstra.

Pada gelombang kedua di tahun 2016 lalu, tiga perusahaan rintisan asal Indonesia (amtiss, Teman Usaha dan Zelos) telah berhasil menyelesaikan program pelatihan muru-D di Singapura selama enam bulan mulai September 2016. Mereka berhasil melalui proses seleksi ketat oleh muru-D dan Indigo (Telkom Indonesia).Mereka tidak hanya menyelesaikan program tersebut, namun juga berhasil menunjukkan hasil komersial yang mengesankan.

Ketiga lulusan muru-D Singapura pada gelombang kedua tersebut adalah:
• amtiss, sebuah perusahaan rintisan asal Indonesia yang bertujuan untuk membantu perusahaanperusahaan tambang untuk meningkatkan uptime dan masa ketahanan alat beratnya, dengan menstandarisasi proses pemeliharaan dan mengoptimasi konsumsi sumber daya.
• Teman Usaha, sebuah aplikasi mobile Indonesia yang memungkinkan UMKM di Indonesia untuk membandingkan dan mengajukan pinjaman secara mudah dan cepat.
• Zelos, sebuah sarana perekrutan yang berbasis di Indonesia yang membantu perusahaan untuk merekrut talenta berbakat generasi millennial melalui konten visual yang menarik dan tes yang sesuai dengan budaya saat ini.

Terkait partisipasi mereka dalam program muru-D, Ivan F Gautama, pendiri amtiss, menyatakan, “Menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar telah membantu kami mengembangkan bisnis kami secara cepat dan sesuai rencana. Berpartisipasi dalam program akselarator seperti ini adalah kesempatan yang sempurna bagi kami untuk merealisasikan ide besar kami.”

Selain itu, Muhammad Arif Mahfudin, CEO dan Pendiri Teman Usaha, juga setuju bahwa “Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh perusahaan rintisan pada tahun-tahun awal bisnis mereka, ada banyak pelajaran yang didapatkan dengan cara yang sulit. Belajar dari kesalahan adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh pendiri perusahaan rintisan. Namun, menjadi bagian dari sistem pendukung dimana anda dapat belajar kesalahan dan mencari solusinya dengan rekan-rekan startups lainnya akan menjadi pembelajaran yang berharga bagi kami.”

Terpilihnya ketiga perusahaan rintisan asal Indonesia ini menunjukkan tingginya kualitas talenta dan potensi dari generasi muda Indonesia. Lebih lanjut lagi, berdasarkan pengalaman yang dirasakan oleh tiga perusahaan rintisan tersebut, program muru-D adalah program unggulan yang dapat membantu perusahaan rintisan berpotensi untuk mempercepat kemajuan mereka dalam mencapai tujuannya.

Hingga saat ini, sudah ada 17 perusahaan rintisan dari seluruh Asia Tenggara yang telah lulus dari dua gelombang pertama muru-D Singapura. Pada Maret 2017, delapan perusahaan rintisan dari gelombang kedua muru-D Singapura telah menyelesaikan program akselelator, secara keseluruhan menambah 12,000 pelanggan dan meningkatkan pendapatan lebih dari SG$300,000 (sekitar Rp2,9 miliar) selama prosesnya.

Muru-D Singapura juga tengah melakukan roadshow di seluruh Asia Tenggara, termasuk di Indonesia pada minggu ini, untuk bertemu perusahaan-perusahaan rintisan dan investor yang berminat untuk mendapat lebih banyak informasi mengenai program tersebut.

Latest