Telkomtelstra Dorong Transformasi Digital Melalui Pembangunan Infrastruktur Hybrid Cloud

telkomtelestra
Jakarta, Selular.ID Sebagai perusahaan penyedia layanan Managed Solutions, Telkomtelstra, berpartisipasi dalam acara IDC (International Data Corporation) Asia-Pacific Enterprise Hybrid Cloud Conference 2016. Dalam acara tersebut Telkomtelstra memaparkan topik Membangun Infrastuktur Hybrid Cloud yang Tepat.
Bahwa Transformasi digital saat ini telah menjadi prioritas bagi para pimpinan perusahaan di hampir seluruh sektor industri, tak terkecuali pemerintah.

IDC memprediksi bahwa di akhir tahun 2016, 60% dari perusahaan di Asia Pasifik akan melakukan transformasi digital. Namun untuk mengimplementasikan hal tersebut, perusahaan perlu membangun arsitektur teknologi dengan hybrid cloud, yakni perpaduan layanan private dan public cloud, sehingga perusahaan mampu meningkatkan mobilisasi dan interaksi sosial dan menggunakan big data/analytics.
Nathan Bell COO dari telkomtelstra, mengatakan, kriteria kunci sukses untuk setiap transformasi digital, khususnya dalam memanfaatkan infrastruktur cloud adalah Agility (ketangkasan), Compliance (Kepatuhan) dan Empowerment (Pemberdayaan), atau sering disebut ACE. ‘Agility’,

“untuk memastikan transformasi digital dapat berkembang dengan bisnis, compliance untuk menyatakan kita dapat menyelaraskan dengan regulasi atau ketentuan keamanan perusahaan sesuai dengan perkembangan, dan yang terakhir, Empowerment atau memberdayakan perusahaan untuk memaksimalkan manfaat dari setiap transformasi digital. Hal penting lain dalam menyukseskan transformasi digital juga tergantung pada keinginan perusahaan untuk berubah dan memberdayakan karyawan,” ujar Bell

Kapabilitas Cloud memberikan kesempatan terbaik untuk mewujudkan hal tersebut. Bell menambahkan pendekatan ACE juga dapat diwujudkan melalui orkestrasi, dengan menyediakan perangkat untuk bisnis agar terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan tantangan bisnis dalam jangka waktu dekat, dalam segala situasi serta menghasilkan produktivitas yang lebih besar, atau dapat didefisinikan hasil bisnis terbaik seperti apa yang ada dalam segala situasi.

Dalam konferensi tersebut, IDC juga memaparkan, 65% dari organisasi TI pada perusahaan berkomitmen untuk memanfaatkan layanan hybrid cloud pada 2017, hal ini memungkinkan laju transformasi digital dan ekosistem hybrid cloud, termasuk di Indonesia. Kombinasi unsur GRC (Governance, Risk Management and Compliance) juga akan menentukan kemampuan organisasi TI untuk mendorong transformasi lingkungan bisnis yang kompetitif, berbasis data dan mobile intensive.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemangku kebijakan perlu merancang strategi TIK guna mendapatkan manfaat dari keuntungan teknologi, khususnya pada tiga bidang, yakni; manajemen pelayanan, manajemen beban kerja dan moderenisasi infrastruktur data center.