SHARE

DSC_3298Jakarta, Selular.ID – Awal tahun ini setidaknya dua brand yang sempat “mati suri” dalam persaingan smartphone dunia, mencoba kembali peruntungannya di bisnis yang pernah membesarkan namanya. Yup, kedua brand tersebut adalah Nokia dan BlackBerry (BB). Bahkan untuk BlackBerry sudah menunjukan geliatnya, untuk kembali bersaing di Tanah Air dengan merilis seri Aurora.

Kembalinya kedua nama besar tersebut, tentu menarik perhatian berbagai pihak, tidak terkecuali para analis. International Data Corporation (IDC), menjadi salah satu pihak yang begitu mengamati, kehadiran kedua brand tersebut. Khusus untuk pasar Tanah Air sendiri, IDC Indonesia memperkirakan tidak mudah bagi Nokia dan BlackBerry untuk kembali berjaya seperti dulu.

Analisi IDC Indonesia tersebut, tidak lepas dari tren pasar Indonesia yang telah mengalami perubahan, sejak keduanya lengser dari tahta masing-masing. Situasi tersbut tentu akan menyuguhkan tantangan tersendiri, bagi Nokia maupun BlackBerry.

Risky Febrian, Associate Market Analyst Mobile Phone IDC Indonesia, menuturkan, Nokia dan BlackBerry memang memiliki spesifikasi mumpuni, namun mereka ditempatkan pada rentang harga yang sudah dipenuhi oleh vendor-vendor asal Tiongkok.

“Vendor Tionkok telah sukses bukan hanya dalam penentuan harga, tapi juga dengan fitur populer seperti kamera selfie di atas rata-rata,” ujar Risky dalam keterangan resminya.

Menurut Risky, pihaknya menilai, fitur populer yang dihadirkan kamera ponsel buatan produsen Tiongkok tersebut, saat ini benar-benar diminati konsumen di Indonesia. Selain fitur dan spesifikasi, IDC Indonesia juga menilai regulasi TKDN yang mengharuskan seluruh ponsel 4G memiliki tingkat kandungan lokal sebesar 30 persen pada 2017, menjadi tantangan lain yang harus dihadapi oleh Nokia dan BB
.
“Khusus untuk TKDN, regulasi ini akan mempengaruhi waktu kehadiran ponsel Nokia, yang hingga saat ini belum dapat dipastikan terkait pemenuhan persyaratan yang akan berlangsung lama ini,” ucapnya.

“Selain itu jika ingin kembali sukses di Tanah Air, Nokia dan BlackBerry harus memusatkan fokus pada strategi pemasaran di Indonesia. Seperti dengan gencar memanfaatkan aktivitas kampanye below the line dan above the line yang dinilai telah terbukti mampu mendorong penjualan di Indonesia,” tuntasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here