Friday, November 15, 2019
Home News Security Open Source Lebih Aman Ketimbang Proprietary

Open Source Lebih Aman Ketimbang Proprietary

-

red hat rully

Jakarta, Selular.ID – Penggunaan software open source makin meluas tidak hanya di satu bidang saja, namun hampir seluruh instansi yang bergantung pada teknologi komputer. Sebut saja finansial, public services, perusahaan telekomunikasi, pendidikan, dan sebagainya. Selain hemat biaya dan legalitas, sistem operasi kode terbuka tersebut juga dikatakan lebih aman. Benarkah?

Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia, menjelaskan bahwa dari segi keamanan, open source lebih aman ketimbang non-open source. Ketersediaan kode sumber memungkinkan banyak orang membuat perbaikan (patch) jika ditemukan kelemahan, sehingga ketersediaan update bisa lebih cepat. Sedangkan produk proprietary hanya dapat diperbaiki oleh pengembang atau pemilik program saja.

“Justru, karena orang yang terlibat menjadi lebih banyak, maka bila ada backdoor atau malicious, akan langsung ketahuan dan diperbaiki,” ujar Rully.

Dengan model terbuka, software open source justru menjamin bahwa sistem keamanan yang dipakai adalah sistem yang jujur. Siapa pun akan dapat menemukan backdoor yang dipasang.

Akan berbeda ceritanya dengan propietary software. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terdapat di dalam software tersebut. Pemakai tidak akan pernah tahu ada tidaknya backdoor. Sebaliknya pada software open source, resiko keamanan seperti ini justru dapat terhindarkan.

Open source punya kualitas yang lebih tinggi daripada propietary,” tuturnya. Software yang ditawarkan RedHat kepada perusahaan rekanannya dijamin 100 persen dari open source.

Dalam menciptakan software, RedHat menerima masukan dari komunitas. Lewat tangan komunitas inilah RedHat dapat menciptakan software yang lebih baik, lebih relible, lebih secure, dan otomatis inovasinya menjadi lebih cepat.

Latest