Tuesday, September 17, 2019
Home News Menaker: Anak Muda Jangan Kebanyakan Curhat di Sosmed

Menaker: Anak Muda Jangan Kebanyakan Curhat di Sosmed

-


Jakarta, Selular.ID – Generasi muda dan media sosial, di era digital seperti saat ini, keduanya bisa dikatakan menjadi bagian yang sulit terpisahkan. Bagi anak muda sendiri, sosial media menjadi sarana utama dalam bersosialisi.
Tidak hanya itu, dengan sosial media anak muda bisa berkreasi, hingga menumpahkan keluh kesah atau curhat (curahan hari).

Berbicara berkeluh kesah di media sosial, hal tersebut memang wajar, hanya saja jangan sampai anak muda terjebak dalam situasi itu, jika beraktivitas di jejaring sosial. Hal ini diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

Hanif Dhakiri, menuturkan, sebagai tulang punggung masa depan negara, sebaiknya anak muda jangan terlalu banyak berkecimpung di medsos untuk hal negatif.

“Akhir-akhir ini, medsos seperti Facebook, Twitter, dan lainnya kerap dijadikan wadah untuk berkeluh kesah bahkan caci maki. Saya berharap anak muda Indonesia, jangan menghabiskan waktunya di sosmed, hanya untuk berkeluh kesah. Itu tidak produktif,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hanif menegaskan, generasi muda harus menjadi perhatian dan prioritas utama. Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi dengan mayoritas penduduknya dihuni oleh penduduk usia kerja produktif, yaitu 15-64 tahun.

Generasi usia produktif tumbuh pesat hingga 70% dari total penduduk Indonesia. Dengan demikian, anak-anak muda perlu digembleng untuk meningkatkan perekonomian negara.

“Tentunya, bonus demografi itu akan dinikmati apabila kita memberikan perilaku tepat kepada anak muda. Kalau tidak pas maka kita akan menikmati bencana, pengangguran massal, kemiskinan, dan rentetan konflik sosialnya akan muncul,” tutupnya.

Latest