Friday, June 5, 2020
Home News Kebiasaan Buruk Orang Indonesia Hambat Ekosistem Digital

Kebiasaan Buruk Orang Indonesia Hambat Ekosistem Digital

-

danny wirianto, cmo gdp venture

Jakarta, Selular.ID
– Iklim industri startup di Indonesia tengah berkembang. SDM industri ini akan menjadi elemen vital bagi munculnya Indonesia menjadi kekuatan ekonomi baru. Tak hanya berkontribusi bagi perekonomian, berkembangnya perusahaan startup lokal turut menandakan semakin banyaknya jumlah anak muda Indonesia yang terjun ke dunia entrepreneurship.

Namun dibandingkan dengan negara modern seperti Jepang dan Tiongkok, Danny Wirianto, Chief Marketing Officer GDP Venture, tak menampik bahwa ekosistem digital, terutama industri mobile app, di Indonesia masih jauh tertinggal. Hal ini balik lagi ke masalah talenta lokal.

In every industri, kita selalu ketinggalan dalam manpower (tenaga kerja). I mean, ini salahnya kita sendiri sih, guys. Kadang-kadang kita malas belajar, kuliah juga sampai 6-7 tahun,” timpalnya. “Adanya AFTA (ASEAN Free Trade Area), sebenarnya bantuin kita. Kita bisa kolaborasi dengan negara lain yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.”

Danny menjelaskan, bahwa kekuatan Indonesia dibandingkan negara lain terletak pada market yang besar dan mahir berkreasi. Namun sayangnya, kita tidak jago dalam eksekusi, kurang detail, kurang disiplin, dan ketepatan waktu.

“Datang meeting saja selalu telat,” ujarnya memberi contoh.

Sebagai perusahaan penanam modal, Global Digital Prima (GDP) venture pun memiliki strategi sendiri untuk mendorong perkembangan startup lokal lebih matang, terutama soal SDM. “Kita (GDP venture, ed) tuh nasionalis banget. Kita bawain orang Indonesia yang sudah pernah kerja di luar (negeri), di Amerika atau di manapun, walaupun gajinya mahal kita rela-relain bayar untuk mereka balik ke Indonesia,” ujarnya.

Usia perusahaan pendanaan besutan Grup Djarum ini memang terbilang baru di bisnis internet consumer. Berdiri sejak 2010, GDP Venture ikut menanamkan investasi di sejumlah startup besar antara lain Blibli.com, venture Merah Putih Incubator (MPI), dan startup game Garena. Setiap tahun, perusahaan ini memilih dua startup per region untuk diberikan dana segar.

TERBARU

Resmi di Indonesia, Ini Harga Samsung Galaxy A11 dan...

Jakarta, Selular.ID - Samsung kembali merilis produk smartphone terbarunya di Indonesia pada Kamis (04/06)....

EZVIZ C6N, Smart Camera dengan Harga Terjangkau

Jakarta, Selular.ID - EZVIZ menambah variasi jajaran produk terbarunya dengan memperkenalkan C6N, smart camera...

Traveloka Ajak Publik Berdonasi untuk Tenaga Medis

Jakarta, Selular.ID ─ Traveloka menginisiasi program yang memungkinkan para pengguna melakukan donasi untuk membantu...

Latest