Friday, July 19, 2019
Home News Ini 3 Kesalahan Umum Netizen Ketika Bikin Password

Ini 3 Kesalahan Umum Netizen Ketika Bikin Password

-

passwordJakarta, Selular.ID – Pengguna internet di seluruh dunia ditengarai masih banyak yang belum memahami bagaimana menggunakan passwords secara efektif guna melindungi diri mereka sendiri pada saat online.

Kaspersky Lab dalam laporan terbarunya menunjukkan bahwa banyak pengguna yang menempatkan keamanan online mereka pada posisi berisiko dengan cara membuat password yang buruk serta kesalahan memiliki password ‘sederhana’ yang menimbulkan konsekuensi lebih buruk.

Dalam penelitian ini Kaspersky Lab menemukan tiga kesalahan umum dari password yang menyebabkan keamanan sejumlah besar pengguna internet berisiko:

  1. Pengguna menggunakan password yang sama untuk beberapa akun, ini berarti jika password tersebut bocor, maka akun lainnya dapat diretas.
  2. Pengguna menggunakan password yang lemah sehingga mudah untuk diretas.
  3. Pengguna menyimpan password mereka secara tidak aman, sehingga menyia-nyiakan pentingnya memiliki password bahkan yang kuat sekalipun.

“Mengingat begitu banyaknya informasi pribadi dan sensitif yang kita simpan secara online saat ini, maka pengguna harus mengambil langkah keamanan yang lebih baik lagi, berupa proteksi password yang efektif, untuk melindungi diri mereka. Ini sebenarnya cukup jelas, tetapi sayangnya banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa mereka selalu jatuh ke dalam perangkap pembuatan manajemen password ‘sederhana’ yang salah,” ungkap Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab.

Kesalahan-kesalahan ini, lanjut Andrei Mochola, pada gilirannya, seperti meninggalkan pintu depan menuju e-mail, rekening bank, file pribadi dan lainnya terbuka lebar bagi penjahat siber.

Penelitian menunjukkan sejumlah besar pengguna (hampir satu dari lima – 18%) menghadapi upaya peretasan akun tetapi hanya sedikit yang menerapkan keamanan berupa password yang efektif dan cyber-savvy. Sebagai contoh, hanya sepertiga (30%) pengguna internet membuat password benar-benar baru untuk akun online yang berbeda dan cukup mengkhawatirkan juga satu dari 10 pengguna masih menggunakan password yang sama untuk semua akun online mereka. Apabila password tersebut diretas, maka mereka berisiko setiap akun lain miliknya akan diretas dan dieksploitasi.

Pengguna bahkan tidak menciptakan password yang cukup kuat sehingga dapat melindungi mereka dari peretasan dan pemerasan. Hanya setengah (47%) menggunakan kombinasi huruf besar dan huruf kecil di password mereka dan hanya dua dari tiga (64%) menggunakan campuran huruf dan angka. Ini terlepas dari fakta bahwa pengguna menyadari betul bahwa perbankan online (51%), e-mail (39%) dan akun belanja online (37%) mereka memang membutuhkan password yang kuat.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengguna ‘menganiaya’ password mereka – dengan membagikannya kepada orang lain dan menggunakan metode tidak aman untuk mengingatnya. Hampir sepertiga (28%) berbagi password dengan anggota keluarga terdekat, dan satu dari sepuluh (11%) berbagi password dengan teman-teman mereka, sehingga memungkinkan secara tidak sengaja password bocor. Dari lima pengguna ada lebih dari satu (22%) yang mengaku menulis password mereka di notepad untuk membantu mengingatnya. Bahkan jika password tersebut kuat, perilaku ini membuat pengguna rentan karena orang lain dapat melihat dan menggunakannya.

Lebih jauh Mochola mengatakan internet bisa dikatakan sudah cukup lama berada bersama kita, tetapi pengguna masih saja membuat kesalahan sepele ketika berbicara tentang password untuk akun online.

“Password terbaik tidak bisa ditemukan dalam kamus. Mereka panjang, dengan huruf besar dan huruf kecil, angka dan tanda baca. Namun, dengan banyaknya akun online yang dimiliki oleh pengguna saat ini, maka bukanlah persoalan yang mudah untuk mengingat password yang aman untuk seluruh akun. Dengan menggunakan solusi manajemen password dapat membantu pengguna mengingat dan menghasilkan password yang kuat untuk meminimalkan risiko peretasan akun online,” tutupnya.

Latest