Beranda Apps Pengembang Aplikasi iOS Kecewa Dengan Apple. Ada Apa ?

Pengembang Aplikasi iOS Kecewa Dengan Apple. Ada Apa ?

-

shutterstock_289321016
Jakarta, Selular.ID – Apple memberlakukan peraturan baru. Namun ini justru dianggap oleh pengembang aplikasi merugikan mereka.

Tercantum dalam ketentuan App Store, Apple memberi opsi bagi konsumen untuk mencairkan uang mereka jika tidak puas dengan aplikasi yang dibelinya. Kebijakan yang sangat melegakan konsumen itu ternyata membawa masalah bagi pihak pengembang.

Menurut sebagian developer, ada oknum yang “memanfaatkan” kebijakan refund tersebut untuk mendapatkan game gratis, dan Apple menutup mata dalam persoalan ini.

Dilansir Selular.ID dari The Korea Times (5/12/2016), yang memaparkan bagaimana kegagalan komunikasi antara Apple dan pihak pengembang, menjadikan konsumen bisa “membawa lari” konten gratisan.

“Apple bertanggungjawab penuh dalam hal pembayaran refund untuk konten mobile seperti game. Mereka yang menentukan konsumen mana yang diberi refund.

Pengembang konten sendiri tidak bisa turut campur proses tersebut. Apple juga tidak menyediakan informasi perihal daftar konsumen yang mengajukan dan yang sudah menerima refund, atas nama perlindungan konsumen.

Dengan demikian, pengembang harus melacak sendiri secara manual untuk mengetahui siapa yang masih menggunakan konten berbayar padahal sudah menerima refund.

Buntutnya, pengembang kini mengetahui kalau ada sejumlah pengguna yang memanfaatkan “lubang” kebijakan refund Apple untuk membeli konten berbayar berkali-kali untuk kemudian mengajukan refund, tapi terus mengkonsumsi konten tanpa membayar. Malah, beberapa oknum menjadikannya bisnis yang menuai untung dengan memnfaatkan proses refund atas nama orang lain,”

Jika tuduhan pengembang itu benar, maka ini masalah serius.

Empat studio game Korea memberitahu The Korea Times saat ini mereka tengah melakukan cross-check data guna mengetahui pengguna yang terus menerus mengajukan refund, dan meblokir mereka.

Tapi tanpa bantuan Apple, perjuangan pengembang sangat berat dan memakan waktu lama. Kalau terus dibiarkan, praktek ini bisa mempengaruhi komunitas vital developer Apple secara keseluruhan.

Artikel Terbaru