Microsoft Indonesia dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah Latih Guru Tingkatkan Skillsets di Era Digital

microsoft foto

Jakarta, Selular.ID – Dalam Bett Asia 2016 yang diadakan Microsoft di Singapura, mengemukakan survey terbaru yang dilakukan terhadap hampir 1.000 sekolah di Asia Pasifik. Survey tersebut menyatakan bahwa satu dari tiga tenaga pendidik menghadapi tantangan berat dalam mengoptimalkan teknologi yang digunakan di ruang kelas karena kurangnya skillsets dari masing-masing guru. Untuk itu, pelatihan guru menjadi salah satu faktor terpenting dalam melakukan transformasi digital di dunia pendidikan.

Melihat itu, Microsoft Indonesia menjalin kerjasama dengan Pemerintah Jawa Tengah untuk memajukan dunia pendidikan berbasis teknologi. Bentuk kerjasama ini dilakukan melalui program Training on Trainers di mana Microsoft Indonesia bahu-membahu bersama Pemerintah Jawa Tengah untuk melatih para guru agar lebih siap dalam menghadapi era digital.

Program Training of Trainers berlangsung selama 32 jam dan dilakukan dalam jangka waktu dua hari secara tatap muka serta daring di education.microsoft.com. Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi pengenalan teknologi komputasi awan serta penggunaan Office 365, Office Mix, Sway, Microsoft Educator Community, dan OneNote Class Notebook yang mampu mendorong siswa untuk belajar secara kolaboratif.

“Kami melihat bahwa banyak sekolah di Indonesia sudah mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum pelajaran. Akan tetapi, belum banyak guru yang mendapatkan pelatihan mengenai teknologi. Padahal, teknologi berkembang dengan begitu pesat. jelas Benny Kusuma, Education Lead, Microsoft Indonesia dalam keterangan resminya.

Benny mengemuakaan, Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan tingkat penggunaan internet dan media sosial tinggi, tentunya tidak ingin ketinggalan untuk memanfaatkan teknologi.

Sementara Jasman Indradno, Kepala Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengatakan, teknologi memainkan peranan yang krusial dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Bukan hanya mampu menjadikan proses belajar mengajar semakin menarik, teknologi juga mendorong efektivitas dan efisiensi guru serta murid.

“Salah satu teknologi yang memainkan peranan krusial adalah teknologi komputasi awan. Komputasi awan membantu institusi pendidikan untuk menghemat biaya operasional dan mendukung terjadinya pembelajaran kolaboratif yang dapat dilakukan dari mana saja. Ke depannya, teknologi komputasi awan akan semakin meningkatkan kualitas dunia pendidikan,” tutur Jasman.

Hingga November 2016, program ini telah memberikan pelatihan kepada hampir 4.000 guru yang tersebar di 35 kabupaten di Jawa Tengah, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, sampai Madrasah. Para guru yang telah menempuh pelatihan ini pun mendapatkan sertifikasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Mereka juga dapat meneruskan pelatihan yang telah mereka dapatkan ke tenaga pendidik yang lain untuk mendapatkan sertifikasi lanjutan.

Teknologi memang tidak akan bisa menggantikan peran guru. Namun, kehadirannya mampu membuat pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa menjadi lebih siap menghadapi perubahan yang dinamis.