SHARE

samsung huaweiJakarta, Selular.ID – Memiliki performa yang mumpuni adalah sebuah parameter yang harus dimiliki oleh smartphone saat ini. Selain berfungsi untuk mendukung kinerja sistem operasi, performa juga harus mampu mendukung operasi multitasking.  Berbagai smartphone pun berebut untuk menjadi Best Performance Smartphone. Diantaranya dengan membenamkan prosesor berkekuatan tinggi  yang didukung RAM berkapasitas besar.

Beberapa vendor smartphone saling bersaing untuk membenamkan spesifikasi prosesor dan RAM yang mumpuni. Sehingga membuat kinerja smartphone semakin kencang , stabil dan tidak mudah lag. Setidaknya ada beberapa smartphone yang memiliki kinerja apik.

Berikut adalah smartphone dengan performa handal yang dirilis di Indonesia pada awal hingga pertengahann tahun 2016 : https://selular.id/buyers-guide/2016/08/7-smartphone-berpredikat-best-performance/

>> Dan smartphone yang didaulat sebagai Best Performance Smartphone pada Selular Editors Choice awal hingga pertengahan tahun 2016 adalah :

Samsung Galaxy S7 Edge

Smartphone ini menjadi andalan Samsung pada kurun waktu awal hingga pertengahan tahun. Tidak hanya tampilannya saja yang elegan, smartphone ini juga membawa berbagai fitur dengan spesifikasi tinggi. Untuk menunjang kinerja berbagai fiturnya, Samsung Galaxy S7 Edge pun membenamkan prosesor berforma tinggi , yaitu Exynos 8890 Octacore plus dukungan RAM 4 GB serta GPU Mali-T880 MP12

samsung s7 edge

Lalu smartphone apa saja yang memiliki performa tinggi yang diluncurkan pada pertengahan hingga akhir 2016 ?

Selanjutnya >>

[nextpage]

Berikut ini beberapa smartphone yang memiliki performa tinggi yang diluncurkan pada pertengahan hingga akhir 2016 :

 

Huawei P9

Sebagai smartphone andalan teranyar, Huawei P9 tidak hanya memiliki keunggulan pada fitur kamera. Smartphone yang mengusung layar IPS 5.2 inci resolusi 1920 x 1080 pixel ini telah membenamkan beberapa komponen yang tinggi untuk mendukung kinerja smartphone.

Dari sisi Prosesor Huawei telah mempersenjatainya dengan prosesor Kirin 955 tipe quad-core Cortex-A72 2.5GHz dan quad-core Cortex-A53 1.8GHz. Prosesor ini menggunakan chipset buatan Huawei sendiri oleh karenanya prosesor ini sangat mengerti betul akan karakteristik hardware pendukung lainnya.

Dari sisi kapasitas memori, Huawei telah menyediakan dua pilihan RAM, yakni kapasitas 3 GB dengan memori internal 32 GB, dan RAM 4 GB dengan memori internal 64 GB. Dengan kapasitas RAM ini setidaknya, bisa dipastikan kemampuan multitasking dari smartphone yang mengunakan sistem operasi OS Android versi 6.0 marshmallow ini ngebut saat menjalankan perintah penggunanya.

Meski dibebani dengan interface Emotion UI 4.1, kinerja dari smartphone masih terbilang lancar. Saat menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, smartphone ini tidak mengalami hambatan berarti. Pada pengujiannya dengan menggunakan aplikasi Antutu benchmark, Huawei P9 (RAM 4GB/ ROM 46GB)  mampu mendapatkan skor hingga 98 ribuan. Ini membuatnya sejajar dengan beberapa smartphone yang menggunakan prosesor sekelas Qualcomm Snapdragon 810 dan Qualcomm Snapdragon 820.

Untuk perfoma saat melakukan gaming, pengujian dengan menggunakan 3DMark Sling Shot benchmark P9 memiliki skor 966, yang membuatnya hamper sejajar dengan smartphone Samsung Galaxy S7. Memainkan game balap dengan grafis 3D sekelas Asphalt8: Airborne atau Riptide GP2dapat dijalankan dengan grafis yang halus tanpa ditemukan lag.  Ini membuat smartphone dengan kamera leica ini menjadi salah satu smartphone dengan performa terbaik.

Tidak hanya dari hardware yang mumpuni, Huawei P9 juga punya kapasitas baterai yang terbilang besar. Menggunakan batera non-removable Li-Ion 3400mAh, smartphone ini mampu mendukung penggunanya hingga seharian penuh atau sekitar 10,5 jam dengan pemakaian standart beberapa kali untuk menelpon, via WhatsApp, nonton beberapa video youtube secara streaming, serta secara periodik untuk mengecek email dan social media.

 

Oppo F1 Plus

Masih di seputaran produsen smartphone asal Tiongkok, Oppo yang memiliki produk andalan F1 series meninggalkan seri F1 Plus dengan performa yang terbilang cukup mumpuni. F1 Plus yang menggunakan layar 5,5 inci dengan jenis AMOLED membuat smartphone ini memiliki layar yang sangat nyaman dimata. Tidak hanya memiliki jenis layar yang bagus, resolusi layar juga sangat besar dengan 1080 x 1920 piksel dengan kerapatan piksel hingga 401 ppi.

Sayangnya F1 Plus secara default masih menggunakan OS Android 5.1 dengan lapisan interface ColorOS 3.0. Untuk menjalankan system oeprasi dan Interfaceny, Oppo sudah menyiapkan chipset kenamaan Mediatek MT6755 Helio P10. Dengan CPU Octa-core Cortex-A53 dengan kecepatan 2.0 GHz membuat kinerja smartphone ini terbilang maksimal. Untuk mendukung gaming kartu grafis yang digunakan juga terbilang kelas atas dengan GPU Mali-T860MP2. Ddukung pula dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB kinerja multitasking dapat dijalankan dengan baik tanpa ada masalah.

Pada sesi pengujuan yang kami lakukan Oppo F1 Plus mampu menghasilkan skor  hingga 51 ribu-an. Tidak hanya mampu menghasilkan skor yang cukup tinggi, smartphone ini juga mampu menjalankan game berat 3D. Seperti yang kami test dengan menggunakan game Asphalt8:Airborne. Ponsel ini mampu menjalankan game dengan baik tanpa ada masalah.

Dilihat dari performa baterai, F1 Plus yang menggunakan baterai non-removable berkapasitas 2850mAh Li-Po digunakan seharian sekitar 8,5 jam dengan pemakaian standart. Dalam waktu satu harian pengguna dapat pengiriman email, panggilan, pesan, foto, streaming audio dan video.

 

Asus Zenfone 3

Datang dari Taiwan, Asus juga memiliki smartphone andalan yang memiliki perfoma yang cukup apik. Menggunakan layar sentuh seluas 5.5 inchi, resolusi FullHD (1080p). Asus masih menambahkannya dengan teknologi layar Super IPS+ dengan 16 juta warna dan kerapatan pixel sebesar 424 ppi. Mengusung OS Android versi terbaru Marshmallow (6.0.1), Zenfone 3 juga menggunakan interface khas Asus, yakni ZenUI.

Demi mendapatkan performa hardware yang bertenaga, smartphone ini memboyong prosesor Qualcomm Snapdragon 625 2GHz 64 bit.  Dengan prosesor 64-bit, smartphone ini dimaksimalkan dengan kapasitas RAM 3GB. Dari sisi grafis, ASUS ZenFone 3 sudah diperkuat oleh chipset Adreno 506 dengan kecepatan 650MHz. sedangkan untuk penyimpanan data, ZenFone 3 punya dua pilihan, yakni 32GB dan 64GB.

Pada pengujian yang dilakukan Asus Zenfone 3 (RAM 3GB/ ROM 32 GB), smartphone ini mampu mendaparkan skor hingga 63 ribuan. Skor ini masih sebanding dengan smartphone yang menggunakan prosesor octacore Mediatek MT6755 milik Oppo F1 Plus. Dengan skor ini kami tidak menemukan masalah pada kinerja untuk menjalankan beberapa aplikasi dan interface ZenUI yang dijalankan. Sedangkan pada pengujian game dengan grafis 3D, game sekelas sekelas Asphalt8: Airborne atau Riptide GP2 juga dapat berjalan dengan lancer tanpa masalah.

Asus Zenfone 3 juga punya kapasitas baterai non-removable yang terbilang besar dengan 3,000mAh. Dengan kapasitas ini kami dapat menggunakannya hingga seharian atau sekitar 9 jam pemakaian standart. Mendukung fitur Quick Charge 3.0, Zenfone 3 mampu mempercepat pengisian baterai dari 10W menjadi 18W.

 

Vivo X7

Beda dengan Vivo yang datang dengan X7. Membawa layar sentuh seluas 5,2 inch, smartphone ini menggunakan layar jenis Super AMOLED dengan resolusi Full HD. Sama dengan Oppo F1 Plus, dari sisi layar sangat jernih dan membuat mana tidak mudah lelah saat mengunakannya dalam jangka waktu lama.

Untuk urusan dapur pacu, smartphone ini memiliki jeroan prosesor Qualcomm Snapdragon MSM8976 652 dengan kecepatan 1,8 GHz. Dilengkapi dengan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB smartphone ini memiliki kapasitas yang cukup sempurna untuk menjalankan aplikasi secara multitasking. Sedangkan dari sisi grafis pengguna akan dimanjakan dengan GPU Adreno 510.

Dengan hardware yang dimilikinya ini vivo x7 mampu mendapatkan skor hingga 51 ribuan. Tidak hanya mendapatkan skor yang cukup tinggi, smartphone ini juga mampu menjalankan game sekelas 3D dengan baik. Game Asphalt8:Airborne dapat dijalankan dengan lancer dan grafis yang cukup halus

Sayangnya Vivo X7 yang rilis duluan dari tiga kompetitor lainnya, memiliki sistem operasi Andorid lawas dengan versi 5.1 Lollipop. Dengan dibebankan interface Funtouch OS 2.5.1, nampaknya tidak akan membebani performanya.

Soal daya tahan hidupnya , X7 dibekali baterai berkapasitas 3.000 mAh. Dengan kapasitas baterai yang dimilikinya, smartphone ini memiliki daya tahan hingga 10 jam. Bagi pengguna yang tidak memiliki cukup waktu untuk mengisi daya, tidak perlu khawatir karena smartphone tipis ini juga masih mendukung teknologi fast charging.

>> Dan yang menjadi Best Performance Smartphone pada Selular Editors’ Choice pertengahan hingga akhir 2016 yaitu :

Huawei P9

Sebagai smartphone yang rilis paling terakhir Huawei P9 memang memiliki hardware yang terbilang segar dan kencang, tapi bukan soal hardware, smartphone ini juga memiliki tingkat stabilitas yang lebih baik karena prosesornya yang dibuat oleh vendor Huawei sendiri. Memiliki performa serta kinerja yang maksimal, Huawei P9 layak menjadi Best Performance Smartphone.

huawei p9

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here