Thursday, April 25, 2019
Home News Sektor Telko Ditarget Tumbuh Dua Digit, Ini Opsi yang Ditempuh Menkominfo

Sektor Telko Ditarget Tumbuh Dua Digit, Ini Opsi yang Ditempuh Menkominfo

-

rudiantara-okJakarta, Selular.ID – Revisi PP No. 52 dan No. 53 Tahun 2000 kini akan dipimpin oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution. Hal itu seperti dinyatakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di sela-sela acara Seminar Nasional ‘Mendorong Efisiensi Berkeadilan Industri Telekomunikasi Nasional yang digelar oleh INDEF hari ini (3/11).

Rudiantara menegaskan bahwa dirinya menghormati perintah Presiden yang menugasi Menko Perekonomian untuk memimpin proses revisi peraturan pemerintah soal telekomunikasi itu. “Karena diperintahkan, yang memimpin ini semua (revisi PP No. 52 dan 53) Menteri Perekonomian. Kita harus hormati itu,” tandas Rudiantara yang biasa disapa Chief RA ini.

Meski demikian, Chief RA menyarankan agar revisi PP tersebut bisa membuat industri ini efisien dari waktu ke waktu.

“Kemarin di rapat kabinet diminta sektor kita (industri komunikasi dan informatika) tumbuh double digit. Tahun 2018 sektor informasi dan komunikasi diminta double digit,” kata Chief RA.

Hanya saja, Rudiantara, menggarisbawahi bahwa kita bisa meraih pertumbuhan double digit, kalau membangun dengan cara yang lebih efisien. “Kita punya Rencana Pita Lebar Indonesia 2017. Kita butuh dana berapa, kita butuh sekitar 27 sampai 28 miliar USD. Kita tahu ngga, berapa kemampuan balanced-nya operator saat ini. Digabung-gabung, semua operator ngga akan sanggup,” bebernya.

Berdasarkan perhitungan, untuk menggenjot pertumbuhan double digit, maka dibutuhkan biaya 12 miliar USD per tahun. Namun di sisi lain, dana yang mampu disediakan oleh para operator hanya sekitar 3 miliar USD tiap tahunnya. Itu artinya aka nada gap sekitar 9 miliar USD.

“Bagaimana kita mengadress masalah gap ini (9 miliar USD), karena industri ngga sanggup dengan balanced yang ada sekarang ini. Balanced nya itu total rata-rata setiap tahun itu kita itu dari industri selular hanya sekitar 3 miliar dollar lebih. Berartikan kebutuhannya kalau sampai tahun 2019, cuma 12 miliar dollar kan. Kebutuhannya kan 27 miliar dollar,” ungkapnya.

Di tengah sejumlah opsi yang ada, Chief RA lebih menekankan bagaimana mengurangi kebutuhan sebagai satu-satunya opsi yang menurutnya mudah diimplementasi.

“Mengurangi kebutuhan adalah ya segeralah (melakukan network sharing),” tandas Rudiantara.

Bukan tanpa alasan, menurut Chief RA, untuk meningkatkan skala ekonomi konsolidasi adalah hal yang mutlak dilakukan.

“Kenapa dilakukan sharing, ini juga terkait bahwa industri ini tidak efisien strukturnya, maka harus terjadi konsolidasi untuk meningkatkan skala ekonomi. Kalau skala ekonomi besar, dia punya bargaining terhadap vendor (jaringan). Yang kecil bagaimana mau negosiasi sama vendor. Akhirnya dia ngga ngebangun. Tapi kalau skala ekonominya naik, konsolidasi segala rupa terjadi, bargainingnya jadi lebih tinggi,” sergahnya.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest