Friday, April 26, 2019
Home News Pengguna Spotify Gratisan Rentan Terserang Malvertising

Pengguna Spotify Gratisan Rentan Terserang Malvertising

-

Spotify-iOS-App

Jakarta, Selular.ID – Aplikasi mobile gratis memang bertebaran di toko aplikasi online dan sangat digandrungi oleh para pemegang smartphone meski harus terganggu oleh adanya iklan. Tayangan iklan tidak hanya menutupi tampilan aplikasi namun juga ternyata bisa memuat konten malware. Sebagai contoh, Spotify akhir-akhir ini menemukan bahwa malware bisa saja menyusup ke dalam iklan yang mereka tayangkan (stream).

Jika Anda pengguna Spotify versi gratisan dan bukan pelanggan bulanan layanan tersebut, kemungkinan besar perangkat Anda telah tersusupi malware. Spotify bergerak cepat untuk mengatasi permasalahannya, tapi Engadget melaporkan bahwa bila Anda pengguna gratisan yang memakai perangkat berplatform Mac, Windows, atau Linux, ada peluang perangkat Anda telah terinfeksi melalui iklan pop-up.

Spotify telah mengakui permasalahan ini, sekaligus mengklaim bahwa hanya sedikit perangkat yang terinfeksi. “Sejumlah kecil pengguna mengalami permasalahan dengan iklan pop-up mencurigakan yang muncul pada browser mereka sebagai akbat dari persoalan terisolasi dengan salah satu iklan yang ditayangkan pada layanan gratisan kami,” kata Spotify. “Kami telah mengidentifikasi sumber permasalahannya dan telah menutupinya. Kami akan terus memonitor keadaan.”

Kejadian ini bukan yang pertama kalinya Spotify mengatasi konten jahat pada iklan yang ditayangkannya. Kejadian serupa terjadi pada 2011. Bukan hanya Spotify, beberapa provider pun telah menjadi korban penyebaran malware melalui iklan yang mereka tayangkan atau “Malvertising”.

Malvertising pada dasarnya dapat menyelinap ke setiap platform atau situs yang menampilkan iklan dari jaringan iklan. Jaringan periklanan memberikan penawaran kepada individu atau organisasi yang tertarik menampilkan iklan mereka dengan volume pra atau waktu iklan pada sebuah platform atau website. Menyikapi kejadian tersebut, Jan Zika, Web Threats Lead dari Avast mengatakan bahwa pengiklan dapat mengubah iklan mereka saat iklan sedang berjalan/tayang, terutama apabila iklan tersebut berada diserver mereka sendiri.

Apabila jaringan periklanan yang dipercaya tidak berhati-hati, pengiklan dapat mengubah iklannya ke malvertising –malicious advertising. Sementara malvertising biasanya host di situs yang menyediakan konten ilegal, seperti torrents atau movie streams, dan hal tersebut kadang-kadang membuat jalan ke platform yang lebih utama, seperti Spotify.

Phishing taktik seringkali digunakan dengan malvertising dan dapat menipu orang agar memberikan informasi sensitif, seperti rincian login atau informasi kartu kredit. Spotify juga telah mendeteksi malvertising ini sangat berbahaya yang dapat menginfeksi pengguna tanpa mereka dapat mengambil tindakan apapun. Untuk itu, pengguna harus menginstal perangkat lunak antivirus yang akan menangkap malvertising sebelum hal tersebut melakukan kerusakan apapun dan pengguna harus berhati-hati ketika memasukkan informasi pribadi di web.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest