Sunday, August 18, 2019
Home News Kominfo: Jangan Bangga Jadi Pasar Terbesar

Kominfo: Jangan Bangga Jadi Pasar Terbesar

-

suciJakarta, Selular.ID – Adalah hal yang tak bisa dipungkiri dengan jumlah penduduknya yang besar, Indonesia merupakan pasar yang empuk. Hanya cukup disayangkan, dengan potensi pasar yang besar, Indonesia belum menjadi tuan di rumahnya sendiri. Hal ini seperti diutarakan Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri Kominfo, dalam acara Tempo Economic Briefing yang digelar hari ini (27/10).

“Kita jangan bangga jadi market terbesar, kita harus jadi tuan rumah di negara kita sendiri,” kata Liz ketika menjadi pembicara di acara tersebut.

Untuk menjadi tuan di rumahnya sendiri, khususnya di sektor industri digital, Lis pun membeberkan beberapa program yang saat ini tengah digalakkan pemerintah, salah satunya adalah program 1000 technopreneur (start-up). Dari program ini diharapkan lahir sebuah perusahaan teknologi, semisal FB dan Google-nya Indonesia.

Tidak diragukan lagi untuk menghasilkan 1000 teknopreneur bukanlah hal yang mudah. Lis mencontohkan, untuk mencapai 200 teknopreneur yang qualified saja, maka harus menampilkan setidaknya 8000 aplikasi setiap tahunnya.

“Nah, kita sudah mempunyai backbone-nya seperti apa, bukan asal kita biarkan saja. Di Indonesia, sekarang ini baru bikin aplikasi sudah dibilang start-up, belum,” tandasnya.

Selain program 1000 technopreneur, program yang kini juga tengah digenjot pemerintah adalah sektor UMKM. Di mana dari program ini, diharapkan ada 8 juta UMKM yang bisa go digital. Bukan tanpa alasan, menurut Lis, dengan go digital pendapatan UMKM bisa meningkat dua kali lipat. Hal ini pun akan berkontribusi cukup signifikan ke GDP (Gross Domestic Product).

”Kenapa, Indonesia mempunyai sekitar 58 juta UMKM, year to year selalu contribute 58 – 60% GDP. Dengan go digital (UMKM) automatically growth rate-nya naik dua kali. Jadi, kalau kita bisa memacu UMKM untuk go digital (go online) sebenarnya cepat banget banget pertumbuhannya,” tandasnya.

Kalau istilah gaulnya, lanjut Lis, kalau UMKM mau ‘ngesot’ dikit aja ke digital maka kontribusi ke GDP-nya bagus.

Latest