Monday, September 16, 2019
Home News Ini Perbedaan Layanan Ride Sharing Ala Waze dengan Uber

Ini Perbedaan Layanan Ride Sharing Ala Waze dengan Uber

-

waze-riderJakarta, Selular.ID – Memanfaatkan aplikasi Waze, yang merupakan salah satu dari anak perusahaannya, Google mulai merambah kebisnis layanan ride sharing. Mengusung nama “Waze Rider”, layanan itu mulai resmi mengaspal di ruas jalan San Francisco, Amerika Serikat. Kehadiran layanan terbaru secara otomatis menambah panas persaingan di sektor layanan ride sharing.

Sepintas Waze Ride bisa dikatakan memiliki konsep tidak jauh berbeda dengan layanan sejenis, yang dikembangkan oleh Uber atau Grab. Namun seperti dilaporkan Engadget, tetap beberapa perbedaan antara Waze Rider dengan layanan semacam Uber atau Grab.

Pertama, pengemudi dan penumpang Waze Rider cuma diperbolehkan memanfaatkan layanan itu untuk dua kali perjalanan selama sehari. Kedua, tarif Waze Rider dipatok cuma 0,54 dollar AS atau setara Rp 7.000-an per mil (2,5 meter). Sementara Uber sendiri mematok harga 1.30 dollar AS atau setara Rp 16.000-an per mil.

Harga yang dilansir saat ini berdasarkan dengan patokan di AS. Sementara untuk negara lain tarif yang dikenakan tentu akan berbeda-beda. lalu bagaimana cara Waze mendapat untung dari layanan terbarunya tersebut?

Jika melihat skema yang diberikan, bisa dikatakan untuk saat ini Waze Rider tak diproyeksikan sebagai layanan meraup untung. Dengan aturan main tersebut, para penggemudi yang bergabung juga seharusnya tak berfikiran untuk mencari uang, melainkan saling mengenal dengan sesama komunitas pengguna Waze dan menghemat biaya untuk bepergian dari titik A ke titik B.

Selain dua perbedaan di atas, hal lain yang membedakan Waze Rider dengan layana sejenis, yakni cara pengajuan diri menjadi anggota atau penggemudi. Calon pengemudi Waze Rider dipastikan tidak perku melalui proses yang rumit untuk bisa bergabung.Tak ada pengecekan latar belakang, bukti asuransi, atau foto mobil yang diminta.

Pengguna Waze yang berminat memberi tumpangan cuma perlu mengisi jadwal rutin perjalanan sehari-hari mereka dari rumah ke kantor. Dari situ baru Waze mencari pengguna lain yang butuh kendaraan dengan rute sejalan.

Sejauh ini memang belum ada keterangan, kapan Waze Rider mulai diaplikasikan ke negera lain di luar AS. Khusus di Indonesia sendiri, Amir Mirzaee, Business Development Lead, Waze, APAC, EU, and US, dalam sebuah pertemuan dengan Selular.ID, menerangkan saat ini, pihaknya masih dalam proses pengkajian, apakah layanan tersebut juga akan dibawa ke Indonesia.

“Tidak menutup kemungkinan untuk membawa layanan Waze Rider ke Indonesia,” tuntas Amir Mirzaee kepada Selular.ID

Latest