Friday, September 20, 2019
Home News Community Komunitas Bukalapak, Tempat Curhat Penjual dan Pembeli

Komunitas Bukalapak, Tempat Curhat Penjual dan Pembeli

-

komunitas-bukalapakJakarta, Selular.ID – Siapa tak kenal Bukalapak, situs jual beli berkonsep C2C yang kini menjadi salah satu platform marketplace online terbesar di Indonesia. Selain menjadi tempat para pelapak dan pembeli bertransaksi, satu yang juga tidak bisa dilepaskan dari Bukalapak adalah keberadaan forum Komunitas Bukalapak.

Bicara mengenai Komunitas Bukalapak, tentu akan terasa kurang pas jika tidak membahas mengenai cikal bakal terbentuknya komunitas ini. Berdasarkan penuturan Muhammad Fikri, Head of Community Management Bukalapak, berdirinya komunitas Bukalapak berawal dari kumpul-kumpulnya para pehobi sepeda. Sebagaimana diketahui, sepeda merupakan salah satu kategori yang cukup laris di awal-awal berdirinya bukalapak. Bahkan, menurut Fikri, saking banyaknya penjualan sepeda, kategori ini pun menjadi kategori khusus.

”Nah, orang yang hobi sepeda ini kan biasanya suka kumpul dan olahraga, di mana-mana di seluruh kota di Indonesia. Oleh karena sering berkumpul dan membahas seputar sepeda otomatis ketika ngomongin sepeda ya itu ngga akan jauh-jauh dari Bukalapak sendiri sebagai platform yang mereka gunakan dalam bertransaksi,” tandasnya.

Dari situ mulai berkembang, apa yang mereka diskusikan kemudian mereka share di forum. Akhirnya, lanjut Fikri, semakin banyak pengguna Bukalapak yang mau ikutan dan tidak hanya di kota yang menginisiasi pertemuan tersebut, tapi juga merambah ke kota-kota lainnya. Fikri tak menampik jika makin ke sini makin banyak teman-teman yang ikut berkomunitas dan Bukalapak pun menyediakan forumnya secara online dengan nama https://komunitas.bukalapak.com.

“Melalui online forum inilah mereka dapat memposting atau sharing apa pun itu terkait dengan pengalaman mereka bertransaksi di Bukalapak, baik pembeli maupun penjual. Mereka bisa ngobrol banyak. Nggak hanya ngobrolin Bukalapak, tetapi juga tentang hobi atau hal-hal ringan lainnya,” ungkap Fikri ketika ditemui Redaksi di Kantor Bukalapak beberapa waktu lalu.

Tak ayal, sebagai sebuah perusahaan, Bukalapak pun melihat potensi ini. Seolah ingin lebih serius me-manage sebuah komunitas, maka divisi khusus Community Management berdiri sejak awal tahun 2016.

Tetap Rangkul UMKM
Dalam satu kesempatan wawancara, Achmad Zaky, CEO Bukalapak pernah menyatakan bahwa ide dari konsep situs e-commerce yang dibesutnya terinspirasi dari keberadaan UKM (usaha kecil dan menengah) di Indonesia. “Kami ingin membantu dan bekerja sama dengan para pelaku UKM-UKM dari Sabang sampai Merauke untuk berhubungan langsung dengan pembelinya meski berada di lokasi yang berbeda,” tandas Zaky kala itu.

Sejalan dengan misi yang diusungnya, sebagai seorang yang dipercaya me-manage komunitas, Fikri mengakui bahwa tugas awal yang ia lakukan adalah memetakan potensi komunitas yang ada di Indonesia. Dalam hal ini, Fikri secara aktif memantau UMKM di kota mana yang aktif dan apa transaksi apa yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan UMKM itu sendiri.

“Jadi, awalnya kita akan melakukan assessment dan memetakan potensi UMKM yang ada di kota atau wilayah tertentu. Dari situ kita akan memperkenalkan marketplace sebagai salahsatu alur distribusi/marketing dan memanfaatkan platform Bukalapak dalam membantu proses tersebut. Karena kembali kepada semangat Bukalapak sendiri sebagai platform yang ingin berkontribusi dalam menumbuhkembangkan UMKM Indonesia,” tutur lulusan master ilmu komunikasi dari University of Amsterdam ini.

Terhadap semua anggota komunitas, Fikri mengakui bahwa pihaknya tidak membeda-bedakan perlakukan, baik antara pelapak lama (juragan) dengan para New Be. Intinya, ia berharap forum komunitas Bukalapak bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para anggota sebagai ajang sharing.

“Jadi, bagi yang transaksinya sudah bagus mereka bisa sharing kepada yang masih new be. Nah ke sini nanti Komunitas Bukalapak tidak hanya me-manage komunitas-komunitas pedagang (UMKM) yang ada di Indonesia, tetapi juga user bukalapak secara umum (pembeli),” tandasnya.

Beralih ke soal keanggotaan, secara tegas Fikri mengatakan bahwa Komunitas Bukalapak terbuka untuk siapa pun selama yang bersangkutan pengguna dari Bukalapak. Sekali mereka melakukan pendaftaran (sign up) maka otomatis dia akan bergabung ke komunitas Bukalapak. Kendati demikian, jika bicara menenai anggota yang aktif, indikasinya bisa dilihat dari postingan di forum serta keikutsertaannya ketika ada ajang kopdar (kopi darat).

Latest