Sunday, December 15, 2019
Home News Telco XL Blak-Blakan Soal MVNO

XL Blak-Blakan Soal MVNO

-

Yessie-D-Yosetya
Jakarta, Selular.ID – Rencana revisi dua peraturan pemerintah terkait bidang telekomunikasi perihal network sharing, diprediksi akan membuka kesempatan bagi tumbuhnya bisnis baru, yakni Mobile Virtual Network Operator (MVNO), atau singkatnya operator virtual.

Operator virtual layaknya operator swasta yang akan menyewa network dari para vendor dan membeli kapasitas dari operator, lalu menyajikannya ke konsumen dengan brand sendiri.

Di luar negeri, bisnis MVNO sudah berjalan lama, beriringan dengan MNO (mobile network operator) setempat. Sementara di Indonesia, sampai saat ini belum ada operator virtual. Namun dengan revisi dua PP (nomor 52 dan Nomor 53 tahun 2000), kemungkinan tersebut semakin terbuka.

Menanggapi hal itu, Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer, XL Axiata, menyatakan kesiapan perusahaannya dalam menyambut mencuatnya bisnis baru tadi.

“XL sangat serius untuk (menyambut) MVNO. Di sisi struktur organisasi saja, kita sudah punya orang yang fokus di sana (mengurus MVNO),” ujar Yessie usai pengumuman kerjasama XL dengan Microsoft di Jakarta (23/8/2016).

Berbeda dengan dua operator terbesar nasional yang memandang bisnis MVNO akan susah berkembang di Indonesia karena ekosistem yang ada masih belum stabil (persaingan tarif dan regulasi), Yessie malah melihatnya sebagai hal yang tak terelakkan.

Ketika ditanya apakah kehadiran MVNO akan merugikan XL? Yessie menjawab secara blak-blakan.

“Pertama-tama, kalau kita sadar kita tidak bisa menggarap semua segmen market, adanya MVNO tentu akan membantu operator untuk menggarap segmen yang tadinya tidak pernah tersentuh sebelumnya,” papar Yessie.

Yang kedua, lanjut Yessie, dari sisi penggunaan atau utilitas network. Kalau misalnya dengan segmen market yang dimiliki sekarang, dilihat masih ada ruang yang bisa dioptimalkan dari sisi trafik, tentu itu akan membantu operator. Jadi selain mendapat trafik lebih banyak, operator juga mendapat segmen market yang selama ini belum tersentuh.

Yessie meyakini di Indonesia bisa muncul MVNO seperti di Inggris, Perancis, dan AS. Di mana ada segmen-segmen tertentu yang selama ini tidak pernah dieksploitasi operator besar, yang ternyata bisa dilakukan oleh MVNO.

“Karena kita sadar kita tidak bisa ambil semua segmen market dan kita juga yakin bahwa network yang kita punya masih bisa kita exploit lagi untuk MVNO,” pungkas Yessie.

Latest