Wednesday, July 15, 2020
       
Home News NetApp: Penerapan Green Data Center Akan Hemat 7,3 Juta Dolar

NetApp: Penerapan Green Data Center Akan Hemat 7,3 Juta Dolar

-

datacenterJakarta, Selular.ID – Perjanjian Paris oleh 175 negara di seluruh dunia menandakan semakin seriusnya pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat sipil dalam mewujudkan kehidupan ramah lingkungan yang lebih baik serta menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim.

Saat ini, teknologi memegang peranan penting dalam memerangi perubahan iklim. Salah satunya dengan pemanfaataan teknologi ramah lingkungan yang mampu mengurangi konsumsi energi dengan mengganti sumber daya konvensional seperti bahan bakar fosil.
Salah satu penerapan teknologi ramah lingkungan yang sedang marak diperbincangkan adalah penerapan green data center. Seperti yang kita tahu, data center mengkonsumsi energi dalam jumlah yang sangat besar. Berdasarkan data dari Natural Resources Defense Council (NRDC), di Amerika Serikat sendiri, pada tahun 2013, data center mengkonsumsi listrik sekitar 91 miliar kWh, atau sama dengan output dari 34 pembangkit listrik tenaga batu bara skala besar (500 megawatt) dalam setahun.

Konsumsi energi pada data center ini pun diprediksi meningkat menjadi 140 miliar kWh per tahun pada 2020 atau meningkat sekitar 53%. Angka ini setara dengan output dari 50 pembangkit listrik dan memakan biaya listrik 13 miliar dolar serta menghasilkan 100 juta ton emisi karbon per tahun. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai membangun data center yang hemat energi, dalam rangka menghemat biaya serta meminimalisir dampak terhadap lingkungan.

Terkait dengan itu Ana Sopia, Country Manager NetApp Indonesia, mengatakan green data center merupakan ekosistem data center yang dirancang untuk menghemat penggunaan energi dan mengurangi dampak lingkungan, seperti penggunaan material gedung ramah lingkungan, pemanfaatan tenaga surya atau photovoltaic, penggunaan heat pump, dan penerapan mekanisme daur ulang sampah yang efisien.

“NetApp, perusahaan terdepan dalam bidang penyimpanan dan pengelolaan data, merupakan salah satu perusahaan yang sudah menerapkan konsep green data center pada pusat penelitiannya di Research Triangle Park (RTP), North Carolina,” lanjutnya.

Dalam hal ini, NetApp menerapkan fitur efisiensi energi pada pendinginan ruangan dengan memanfaatkan udara luar ruangan (free cooling) sebagai pendingin data center, bukan menggunakan air conditioning (paid cooling). Selain itu,  NetApp juga menerapkan  sistem cold-aisle containment yang menggunakan kontrol tekanan aliran udara untuk proses pendingan. Hal ini dapat mengurangi konsumsi energi yang dihasilkan oleh kipas sehingga mampu memberikan dua manfaat. Pertama, personil dapat memindahkan data center tanpa perlu mengatur kembali keseimbangan sistem suplai udara. Kedua, kabinet data center juga dapat dikonfigurasi untuk densitas daya tinggi yang ekstrim sehingga mampu mengurangi footprint fasilitas secara keseluruhan.

Adapun fitur-fitur lain yang terdapat di data center RTP NetApp tersebut antara lain:

  • Running warmer: menggunakan suhu ruangan lebih tinggi, 74°F, ketimbang suhu ruangan rata-rata yang dipakai data center yaitu 55°F. Dengan demikian, NetApp dapat mengurangi biaya pendinginan secara signifikan.
  • Distribusi udara overhead: dibanding memompa udara dingin melalui lantai apung (raised floor), distribusi udara dilakukan dengan memanfaatkan udara yang ada di ruangan dan menghilangkan saluran dan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan kipas.

Melalui penerapan green data center ini, NetApp memprediksi mampu menghemat 7,3 juta dolar biaya listrik dan mengurangi emisi karbondioksida sebanyak 93.000 ton setahun atau setara dengan menghilangkan 15,400 mobil dari jalanan. Dan atas usaha ini, Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency / EPA), bertepatan pada Hari Bumi, 22 April 2016, memberikan penghargaan untuk data center NetApp, Global Dynamic Lab 2 (GDL-2), yang mendapatkan nilai 100 atau sempurna untuk program efisiensi energi data center Energy Star. Bersama dengan GDL-1, NetApp saat ini memiliki dua data center yang terdaftar dalam 7 data center di Amerika Serikat yang memperoleh nilai sempurna dalam peringkat Energy Star.

“Di Indonesia sendiri, green data center sudah mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan berbasis TI. Penerapan green data center memang sudah selayaknya dipertimbangkan mengingat pesatnya pertumbuhan data akibat gencarnya digitalisasi dan penggunaan IoT. Memang investasi pembangunan fasilitas ramah lingkungan memakan biaya lebih mahal. Namun, sebenarnya fasilitas ini akan menghasilkan OPEX lebih rendah, sehingga selain menghemat energy, juga efisien secara biaya,” tutup Ana.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest