Sunday, August 18, 2019
Home Headline Cegah Produk BM, Alfacart.com Masih Gunakan Jurus Standar

Cegah Produk BM, Alfacart.com Masih Gunakan Jurus Standar

-

IMG_20160615_173619Jakarta, Selular.ID – Masalah peredaran produk ilegal, saat ini menjadi isu besar dalam penyelenggaraan bisnis e-commerce di tanah air. Walau sudah berbagai trik dilakukan para penyelenggara e-commerce untuk mencegah hal tersebut terulang, pada kenyataannya mereka masih saja bisa dikelabui oleh para pedagang nakal yang menjual berbagai produk tidak resmi.

Alfacart.com sebagai pendatang baru di bisnis toko onlene Tanah Air, menyadari jika peredaran produk BM di online shop saat ini sudah sangat marak. Lalu bagaimana Alfacart.com mencegah peredaran produk tidak resmi di situs belanja yang dikelolanya?

Haryo Suryo Putro, Chief Operating Officer dan Chief Marketing Officer Alfacart.com, mengaku sudah memiliki berbagai langkah aktisipasi, utuk mencegah beredarnya produk tidak resmi tersebut. “Kita akan melakukan proses seleksi yang ketat. Sebelum berjualan, kami akan pastikan calon pedagang harus mematuhi semua peraturan yang telah disepakati. Nantinya, kami juga akan meminta pedagang tersebut agar memberi informasi yang detail, mengenai produk yang dijual,” ucapnya.

Jika merujuk pada strategi yang diterapkan, langkah yang dilakukan Alfacart.com untuk mencegah beredarnya produk tidak resmi terbilang sangat standar, pasalnya hampir semua situs belanja online menerapkan jurus serupa, dan pada kenyataanya mereka tetap bisa kecolongan.

Ketika hal tersebut ditanyakan langsung kepada Haryo Suryo Putro, pria bergaya necis ini menerangkan, pihaknya juga akan menyebar tim khusus kelapangan untuk memastikan informasi detail dari para pedagang. “Tim survei akan melakukan kebenaran informasi yang berikan, dengan menemui langsung pedagang yang bersangkutan,” terangnya.

Lantas, bagaimana dengan pedagang yang di kemudian hari ketahuan menjual barang-barang yang seharusnya tak dijual di Indonesia. Haryo menegaskan pihaknya akan segera mendisplinkan penjual tersebut. “Di awal, kita akan beri edukasi dan pelatihan terkait barang-barang dijual. Kalau masih nakal, mungkin akan kita tutup,” tukasnya.

Latest