Thursday, September 19, 2019
Home News Community NusaMod, Wadah Mereka yang Suka Ngoprek Android

NusaMod, Wadah Mereka yang Suka Ngoprek Android

-

nusamod-imageJakarta, Selular.ID – Oleh karena bersifat terbuka, sistem operasi Android dimungkinkan untuk dilakukan modifikasi dan optimalisasi lebih jauh. Hal ini mengundang rasa tertarik para developer khususnya yang suka mengoprek ROM Android untuk melakukan modifikasi. Salah satunya adalah NusaMod, komunitas developer ROM asal Indonesia yang memiliki visi luas dan tidak dibatasi oleh merek dan teknologi prosesor.

Digawangi oleh tiga orang pendirinya, yakni Antonius Frans Setiawan, Renner, dan Gunaris, komunitas ini mencoba membangun satu Android Framework yang ingin dibangun dan dibesarkan dengan basis komunitas. Sesuai namanya, komunitas NusaMOD ingin menghadirkan custom ROM dengan warna dan ciri khas budaya Nusantara. Lebih dari itu, NusaMOD juga dibangun dengan pondasi keinginan untuk membangun satu Framework yang memiliki nuansa Indonesia dan bisa digunakan oleh semua brand yang beredar di Indonesia.

Sebagai sebuah komunitas, NusaMod memiliki visi untuk mengembangkan sistem operasi lokal yang berbasis Android serta mengumpulkan developer yang hobi ngoprek, untuk kemudian kita bagikan kepada teman-teman yang lain. “Misinya ya agar ada sistem operasi yang sepenuhnya dikembangkan dari komunitas dan untuk komunitas. Harapan paling besar, ya dukungan dari brand lokal dan lainnya,” tandas Frans.
Bicara mengenai keanggotaan, Frans mengakui bahwa anggota komunitas yang digagasnya masih terbilang masih kecil. Tidak heran, jika pihaknya masih terus berupaya untuk menjaring developer sebanyak-banyaknya.

“Sekarang traffic in dan out developer di NusaMod masih cukup tinggi karena basis pengguna device-nya berbeda dengan kebutuhan kita,” ungkap Frans.
Dalam menjaring developer, NusaMod tidak memberikan syarat yang terbilang ribet. Intinya, bagi mereka yang suka ngoprek Android, bisa masuk ke komunitas ini. Bahkan, bagi mereka yang belum ‘melek’ soal oprak-oprek Android, NusaMod tidak segan untuk saling berbagi ilmu.

Didukung Axioo
Terus terang, penulis mengetahui soal keberadaan komunitas NusaMod pertama kali ketika hadir di acara peluncuran smartphone Axioo Venge sekitar bulan November 2015 lalu. Meski didirikan pada bulan Oktober 2015, NusaMod baru secara resmi diumumkan bertepatan dengan peluncuran smartphone berjaringan 4G LTE dari Axioo tersebut, yakni pada 26 November 2015.

Axioo secara resmi memang mendukung custom ROM NusaMod. Dukungan Axioo terhadap NusaMod, dikatakan oleh sang CEO, Samuel Lawrence, bahkan sebelum nama komunitas ini ditetapkan.

Seperti diungkap Frans, NusaMod awalnya hanya kumpulan teman-teman milis gadtorade dan id-android. “Kita sering diskusi soal ngoprek Android, mulai dari rooting sampai porting ROM. Lama-lama tercetus ide untuk membuat custom ROM yang benar-benar bernuansa lokal, mulai dari developer, device, sampai theming-nya. Nah, setelah itu  kita ngobrol-ngobrol dengan CEO Axioo, Pak Samuel. Dari situ Pak Samuel antusias banget buat men-support kita,” kata Frans.

Nama NusaMod sendiri merupakan singkatan dari Nusantara Mod. Namun, karena dianggap terlalu panjang Nusantara Mod pun disingkat menjadi NusaMod. Sebagai bentuk dukungan Axioo terhadap komunitas ini, custom ROM hasil pengembangan NusaMod pun disediakan untuk para pengguna smartphone Axioo Venge. Custom ROM Nusamod untuk Venge ini dikembangkan dengan basis stock kernel dan AOSP, serta UI yang ringan dan fitur yang lebih lengkap.

“Custom ROM untuk venge sudah dapat didownload di http://nusamod.com/. Di Venge, NusaMOD menggunakan User Interface dan Framework baru yang akan menjadi ciri khas dari NusaMOD,” jelas tukas Frans, yang juga Senior Developer di NusaMOD.
Menariknya, bila umumnya vendor akan menggugurkan garansi ponsel saat pengguna melakukan root. Tidak demikian dengan Venge series, Axioo menjamin akan tetap memberikan garansi meski smartphone tersebut dioprek.

“Venge series ini dirancang secara detail dengan teknologi termutakhir di kelasnya guna mengakomodir berbagai kemungkinan yang tak terbatas. Kami tidak menganjurkan untuk di-root. Tapi bila pengguna melakukannya, garansinya tidak akan hilang,” kata Samuel Lawrence, CEO Axioo.

Latest