Beranda Buyer's Guide Garansi Vs Asuransi Smartphone

Garansi Vs Asuransi Smartphone

-

PGCJakarta, Selular.ID – Perlindungan konsumen di Indonesia salah satunya tercermin dari adanya jaminan garansi suatu produk, termasuk ponsel. Jika terjadi kerusakan ponsel yang berasal dari pabrikan, maka pembeli berhak mendapat layanan purnajual secara cuma-cuma, jika masih dalam masa waktu garansi.

Namun jika alasan kerusakan ponsel adalh karena hal yang tak terduga, maka biaya perbaikan tidak akan ditanggung garansi. Sehingga bila Anda menjatuhkan ponsel misalnya, atau tercemplung ke dalam air, siap-siap saja untuk merogoh kocek sendiri untuk memperbaikinya, meski di service center resmi dan meski masih dalam masa garansi.

Nah, bagi Anda yang merasa kans kejadian tak terduga di atas lebih besar, karena misalnya, lebih sering beraktivitas di luar ruang, bisa mencoba program asuransi ponsel.

Beberapa vendor ponsel sudah menyediakan layanan ini, salah satunya Oppo. Sama dengan asuransi reguler pada kesehatan seseorang, bila terjadi kerusakan pada ponsel Anda yang sudah diasuransikan, maka pihak asuransi akan menanggung biaya perbaikannya, sebanyak 80 persen dari harga jual resmi.

Jadi misalkan harga ponsel Anda Rp3,5 juta, maka Oppo akan menanggung biaya perbaikan maksimal Rp2,8 juta. Jika ternyata biaya perbaikan melebihi angka tersebut, pembeli harus mengeluarkan dana sendiri untuk melunasi selisihnya.

Privilege itu bisa didapat pembeli hanya dengan satu kali bayar di muka. Ratna, salah satu pegawai di konter ponsel W-2 Cellular, di Pusat Grosir Cililitan, menerangkan bahwa hanya dengan satu kali bayar, ponsel Anda akan mendapat asuransi selama satu tahun.

Syaratnya, tepat usai membeli ponsel, Anda harus menambahkan biaya asuransi sebesar Rp198.000 untuk ponsel dengan harga di atas Rp 2 juta, dan Rp168.000 untuk perangkat di bawah harga Rp2 juta.

Pembeli diberi waktu sampai tujuh hari dari pembelian untuk bisa mengikuti program asuransi. “Jika lebih dari itu, kesempatan asuransi hangus,” pungkas Ratna.

Artikel Terbaru