Monday, September 16, 2019
Home Headline Indosat Ooredoo Menuju The Largest Mobile Financial Services

Indosat Ooredoo Menuju The Largest Mobile Financial Services

-

IMG-20160207-WA0005

Manado, Selular.ID – Modernisasi jaringan disusul dengan peluncuran layanan 4G Plus di puluhan kota besar di Indonesia, membuat Indosat Ooredoo leluasa menggarap berbagai layanan digital yang ditargetkan dapat menjadi revenue stream di masa depan. Salah satu  layanan yang diprediksi akan booming di masyarakat adalah mobile payment. Seiring dengan tumbuhnya industri e-commerce di Tanah Air.

Tren tersebut membuat Indosat Ooredoo terlihat sangat serius dalam membangun beragam platform guna memenuhi kebutuhan berbagai segmen yang kelak tumbuh. Manajemen Indosat Ooredoo bahkan membentuk divisi digital yang khusus untuk melayani bisnis ini, yang dinamakan Mobile Financial Services.

Menurut Randy Pangalila, Group Head Mobile Financial Services Indosat Ooredoo, bonus demografi membuat pasar mobile money di Indonesia termasuk paling seksi di kawasan Asia Pasifik. Saat ini total pengguna ponsel sudah mencapai lebih dari 310 juta. Jauh melebihi populasi penduduk 250 juta.

“Jumlah pengguna ponsel yang sangat besar merupakan blue ocean bagi operator karena saat ini baru sekitar 20 persen masyarakat Indonesia yang bankable”, ujarnya menjelang peluncuran Dompetku Nusantara di Bitung (4/2/2016).

Randy mengungkapkan, sejak di bentuknya divisi Mobile Financial Services, pertumbuhan layanan ini di Indosat Ooredoo terlihat sangat menggembirakan. Berbagai indikator memperlihatkan pelanggan Indosat yang saat ini mencapai 70 juta, terbesar kedua di Indonesia, mulai memanfaatkan layanan digital khususnya mobile payment.

Indikator tersebut diantaranya, volume transaksi pada 2015 sudah mencapai 42 juta transaksi, meningkat hingga 900% dibandingkan 2014 yang baru mencapai 5,3 juta transaksi.

Dari sisi nilai transaksi baik menggunakan airtime top up, bill payment maupun online payment, pada 2014 senilai Rp 2,5 triliun. Namun pada 2015 meroket hingga mencapai Rp 20 triliun.

Peningkatan volume dan nilai transaksi tersebut, tak lepas dari peran agent yang tersebar hingga ke pelosok. Pada 2014, jumlah agent location baru mencapai 154 ribu. Namun sepanjang 2015 sudah menembus 225 ribu agent location,  terjadi kenaikan 63%.

Melonjaknya jumlah agent location juga mendorong total setoran. Pada 2014 tercatat hanya sebesar Rp 1,3 juta per agent. Namun tahun lalu, naik dua kali lipat menjadi Rp 2,5 juta.

Dari sisi active agent, yakni minimal melakukan satu kali transaksi per hari, juga terjadi peningkatan. Dari 11.946 pada 2014, menjadi 114.713 kali transaksi pada akhir 2015, terjadi kenaikan hingga 614%.

Dengan indikator-indikator di atas, Randy yakin bahwa divisi Mobile Financial Services Indosat Ooredoo sudah berada pada track yang tepat.

“Jumlah transaksi dan volume yang dibukukan, bahkan menunjukkan dalam satu tahun pertama layanan ini diluncurkan, Mobile Financial Services Indosat Ooredoo sudah melewati layanan sejenis milik salah satu bank terbesar di Indonesia”, ujar Randy tanpa menyebutkan bank yang dimaksud.

Dus, dengan pencapaian tersebut, Randy optimis Indosat Ooredoo akan menjadi pemain terkemuka dalam jasa Mobile Financial Services di Tanah Air. Beragam platform kini tengah disiapkan, termasuk Dompetku Nusantara. Ini adalah layanan keuangan mikro pertama di Indonesia yang mengusung kemudahan, kelengkapan serta mampu menjangkau seluruh pelosok masyarakat dengan menggunakan layanan selular. Dompetku Nusantara ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan keuangan konvensional.

Latest