Friday, February 21, 2020
Home News IDC: Pengapalan Wearable Device Akan Capai 111,1 Juta Unit di 2016

IDC: Pengapalan Wearable Device Akan Capai 111,1 Juta Unit di 2016

-

Lenovo Magic View smartwatch
Lenovo Magic View smartwatch

Jakarta, Selular.ID – Pengapalan wearable device diprediksi bakal terus mengalami peningkatan. Menurut ramalan dari periset pasar IDC, pengapalan wearable device akan mencapai total 111,1 juta unit pada tahun 2016 mendatang. Itu artinya, pengapalan wearable device akan mengalami kenaikan sekitar 44,4 persen dibanding tahun 2015, yang diperkirakan menyentuh angka pengapalan sekitar 80 juta unit.

Lebih jauh, dengan pengapalan wearable device yang akan mencapai angka 214,6 juta unit di 2019, pertumbuhan tahunan keseluruhan selama lima tahun akan mencapai angka 28 persen.

Satu dari tipe wearable device paling popular, yakni smartwatch, pengapalannya disebut bakal mencapai angka 34,3 juta unit pada tahun 2016, atau naik dari angka pengapalan pada tahun 2015 yang diperkirakan sekitar 21,3 juta unit. Di tahun 2019, pengapalan smartwatch diperkirakan bakal mencapai 88,3 juta unit atau meningkat 42,8% dalam lima tahun.

Ramon Llamas, Manajer Riset untuk Tim Wearable IDC, mengatakan bahwa dalam waktu singkat, smartwatch telah berevolusi menjadi perluasan dari smartphone ke kemampuan komputer wearable untuk berkomunikasi, notifikasi, aplikasi dan banyak fungsi lainnya.

“Smartwatch yang kita miliki hari ini akan terlihat tidak seperti pada smartwatch yang kita jumpai di masa mendatang. Konektivitas selular, sensor kesehatan, belum lagi aplikasi pihak ketiga yang bakal meledak semua akan mengubah permainan dan akan meningkatkan, baik dari segi daya tarik maupun nilai pasarnya nanti,” lanjut Ramon.

Secara singkat, Ramon juga mengatakan bahwa platform smartwatch akan memimpin evolusi. Dalam hal ini, IDC meyakini bahwa WatchOS besutan Apple akan memimpin pasar smartwatch dengan fanbase Apple yang loyal dan pilihan aplikasi yang berkembang pesat, baik aplikasi bawaannya maupun aplikasi yang didesain untuk smartwatch dimaksud.

Untuk Android Wear, walau vendor yang akan menggunakan platform ini bakal terus tumbuh, namun secara posisi platform besutan Google ini bakal berada di belakang watchOS. Oleh karena pengalaman pengguna pada perangkat berbasis Android Wear sebagian besarnya sama dari perangkat satu ke perangkat lainnya, hal ini akan membuat pihak OEM memiliki PR untuk mengembangkannya lebih lanjut. Dengan sendirinya, pengguna juga menjatuhkan pilihan berdasarkan harga dan desainnya.

Adapun Pebble sang pelopor di ranah smartwatch, pangsa pasarnya akan terbagi ke Android Wear dan watchOS. Meskipun begitu, IDC memperkirakan pangsa pasar Pebble tidak akan hilang sama sekali. Dengan antarmuka yang sederhana, mudah dimengerti, serta harga yang relatif murah dibanding platform lain membuat Pebble salah satu smartwatch yang paling terjangkau di pasar.

Selain platform yang sudah disebutkan tadi, ada Samsung yang lewat platform Tizen disebut IDC bakal menjadi kuda hitam serta akan menjadi ancaman bagi Android Wear. Selain kompatibilitasnya dengan banyak smartphone flagship dan ragam aplikasi yang menyaingi Android Wear, Tizen juga telah mengambil benefit dari pengambangan teknologi, termasuk keyboard QWERTY di layar, konektivitas selular, dan antarmuka yang baru. Kombinasi tersebut dikatakan bakal membantu Tizen melenggang, walaupun tetap dinilai tidak cukup untuk bersaing dengan Android Wear dan watchOS.

Latest