spot_img
BerandaHeadlineBagaiman Pola Serangan Cyber di 2016 ? Ini Prediksi Symantec

Bagaiman Pola Serangan Cyber di 2016 ? Ini Prediksi Symantec

-

Ilustrasi Cyber Attack (Foto: businesstech.co.za)
Ilustrasi Cyber Attack (Foto: businesstech.co.za)

Jakarta, Selular.ID – Penjahat cyber saat ini melakukan berbagai upaya yang telah mengubah kejahatan cyber menjadi bisnis besar dengan pencurian informasi pribadi dalam skala yang sangat besar. Lalu bagaimana dengan pola serangan cyber di tahun 2016 mendatang ?

 

Para penjahat cyber belakangan ini cukup terampil dan memiliki sumber daya yang memadai untuk memiliki kegigihan dan kesabaran dalam melancarkan serangan dengan tingkat keberhasilan tinggi kepada konsumen, perusahaan dan pemerintahan di seluruh dunia.

 

Tidak ada teknologi mudah dan cepat yang akan menjamin kekebalan dari kejahatan internet atau serangan yang ditentukan dan ditargetkan, namun bersiap untuk menghadapi yang terburuk dapat mencegah beberapa jenis serangan.

 

Karena akhir tahun semakin dekat, tim intelijen keamanan Symantec telah mengumpulkan prediksi-prediksi keamanan  teratas untuk tahun depan dan seterusnya. Berikut adalah ringkasan prediksinya untuk tahun 2016:

 

  1. Kebutuhan untuk Peningkatan Keamanan di Perangkat IoT Akan Menjadi Semakin Mendesak

Berdasarkan laporan Gartner bertajuk Agenda Overview for the Internet of Things, mendekati tahun 2020, 30 miliar perangkat yang terhubungkan akan digunakan di berbagai industri dan IoT akan menyentuh setiap peran dalam perusahaan. Ketika ekosistem ini tumbuh, serangan terhadap perangkat-perangkat ini pasti akan meningkat, seperti yang telah kita lihat pada serangan platform Android.

 

  1. Peluang Penjahat Cyber untuk Menyusupi Perangkat Apple akan Tumbuh

Peningkatan dalam jumlah aktor penyerang telah mulai mengembangkan malware tertentu yang dirancang untuk menginfeksi perangkat yang berjalan pada Mac OS X atau Ios. Meskipun jumlah ancaman yang menargetkan sistem operasi Apple masih cukup rendah bila dibandingkan dengan pesaing utama perusahaan tersebut (Windows di desktop dan Android pada ponsel), jumlah ancaman yang terungkap tumbuh  dengan stabil dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan ini, tingkat infeksi malware yang berkaitan dengan  Apple  telah melonjak, terutama dalam 18 bulan terakhir.

 

  1. ​​Serangan Cyber dan Pelanggaran Data  Akan Meningkatkan Kebutuhan akan Asuransi Cyber

Serangan-serangan cyber dan pelanggaran data menyebabkan kerusakan reputasi dan gangguan bisnis, tapi yang paling penting, semuanya ini menghabiskan biaya besar. Mengandalkan pertahanan IT saja bisa menciptakan rasa aman yang palsu; namun, tidak ada organisasi yang kebal dari risiko. Pada tahun 2016 banyak perusahaan akan beralih ke asuransi cyber sebagai lapisan perlindungan lain, terutama karena serangan cyber mulai meniru serangan dunia nyata.

 

  1. Risiko Serangan yang Serius ke Infrastruktur Penting  Akan Meningkat

Kita telah melihat serangan terhadap infrastruktur dan pada 2016 kita bisa melihat peningkatan dalam hal tersebut. Motivasi dari serangan infrastruktur penting adalah politik dan pidana, dengan negara-negara dan organisasi politik menjalankan kampanye  perang cyber, dan penjahat yang  menyerang untuk mendapatkan keuntungan atau tebusan. Industri IOT menjadi lebih terhubungkan karena persyaratan dan permintaan untuk pelaporan dan peningkatan fungsi melalui konektivitas dengan layanan tambahan.

 

  1. Kebutuhan Enkripsi Meningkat

Dengan begitu banyak komunikasi dan interaksi antar manusia dan sistem yang terjadi melalui jaringan yang tidak aman dan rentan seperti Internet, enkripsi yang kuat untuk data dalam transit telah dikenali dengan baik selama beberapa waktu dan umumnya diterapkan. Sayangnya banyak perangkat dan aplikasi baru memiliki implementasi buruk, yang menyebabkan kerentanan yang memungkinkan penyerang yang fokus untuk mendapatkan akses ke komunikasi. Sebagai contoh, perangkat mobile telah menjadi pusat kehidupan sebagian besar orang untuk kepentingan komunikasi, penyimpanan data dan interaksi teknologi umum. Ini merupakan target bernilai tinggi untuk penjahat cyber, yang ingin mengeksploitasi hal tersebut.

 

  1. Titik Kritis untuk Keamanan Biometric Mendekat

Selama dua tahun terakhir terlihat peningkatan yang signifikan dalam penggunaan biometrik. Hal ini memudahkan keamanan penyimpanan perangkat informasi biometrik (seperti sidik jari) serta interoperabilitas antara aplikasi dan sistem. Konsumen mendapat keamanan yang lebih baik dengan kemudahan yang ditingkatkan secara signifikan untuk melakukan unlocking perangkat, pembelian dan pembayaran. Hal ini juga menyebabkan perusahaan mengadopsi biometrik sehingga mungkin mulai terlihat penurunan dalam ketergantungan pada password.

Artikel Terbaru