Jumat, 19 April 2024
Selular.ID -

Akhirnya, Kemenhub Larang Ojek dan Taksi Online

BACA JUGA

image

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akhirnya mengambil sikap atas pengoperasian sarana transportasi online berbasis aplikasi yang kini tengah marak di Tanah air.

Lewat Surat Pemberitahuan bernomor UM.3012/1/21/Phb/2015 dikeluarkan Kementerian Perhubungan pemerintah melarang ojek dan taksi online. Surat tersebut  ditandatangani Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 9 November 2015 dan ditujukan untuk Korps Lalu Lintas Polri, para kapolda dan gubernur di seluruh Indonesia.

Seperti dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, pelarangan tersebut didasari bahwa ojek dan taksi online dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum.

“Sehubungan dengan maraknya kendaraan bermotor bukan angkutan umum dengan menggunakan aplikasi internet untuk mengangkut orang dan/atau barang, perlu diambil langkah bahwa pengoperasiannya dilarang,” kata Djoko Sasono saat konferensi pers, yang diadakan hari ini (17/12).

Terkait pelarangan ojek dan taksi online, Djoko, menjelaskan bahwa pengoperasian ojek dan uber taksi tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan.

“Ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum,” tandasnya.

“Apapun namanya, pengoperasian sejenis, Go-Jek, Go-Box, Grab Bike, Grab Car, Blue Jek, Lady-Jek, dilarang,” sergahnya.

Ojek maupun taksi online yang notabene adalah bisnis start-up (rintisan) bukanlah hal yang dipermasalahkan oleh Djoko. Adapun yang menjadi permasalahan adalah apabila menggunakan angkutan pribadi untuk angkutan umum yang tidak memiliki izin dan tidak memenuhi ketentuan hukum.

(Updated) Setelah cukup mendapat reaksi, termasuk dari Presiden Joko Widodo. Akhirnya, Menteri Pehubungan, Ignasius Jonan menarik kembali larangan soal beroperasinya Go-jek dan kawan-kawan.

“Ojek dan transportasi umum berbasis aplikasi dipersilakan tetap beroperasi sebagai solusi sampai transportasi publik dapat terpenuhi dengan layak,” kata Jonan pada Jumat (18/12) lalu.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU