Saturday, July 20, 2019
Home News Startup Qlapa Ingin Dorong Industri Kerajinan Tangan Indonesia Lewat Teknologi

Qlapa Ingin Dorong Industri Kerajinan Tangan Indonesia Lewat Teknologi

-

Screenshot_2015-11-20-07-41-34

qlapa-2

Jakarta, Selular.ID – Produk kerajinan tangan Indonesia mulai mendapat apresiasi yang lebih besar dari pasar lokal dan internasional. Baru diluncurkan 1 November lalu, situs marketplace online Qlapa telah menjual ribuan produk kerajinan tangan yang berasal dari ratusan penjual lokal.

CEO dan co-founder Qlapa, Benny sendiri memang tidak asing dengan yang namanya industri kreatif Indonesia, termasuk industri handmade Benny sendiri sudah terjun di industri kreatif Indonesia sejak tahun 2010. Saat itu, Ia punya mimpi yang sederhana, yaitu dapat memperkenalkan dan memberdayakan kreativitas lokal melalui internet.

“Hal itu yang menginspirasi saya mendirikan perusahaan pertama saya Kreavi.com dua tahun kemudian. Selama menjalankan Kreavi, saya beruntung dapat bertemu dan mengikuti perkembangan kreator produk lokal yang inspiratif dari berbagai kota di Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, co-founder-nya, Fransiskus Xaverius, adalah seorang engineer yang tinggal di US selama lima tahun dan bekerja di berbagai perusahaan besar seperti Google, Blackberry, Zynga, Castlight, dan Homejoy sebagai engineer. Keduanya bertemu di awal tahun 2014 dan sering mendiskusikan berbagai macam hal dan bertukar ide. Baru di awal tahun 2015 Frans kemudian memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk mengembangkan Qlapa sebagai CTO.

“Tinggal dan bekerja di Silicon Valley memang jauh lebih baik. Sebagai engineer, kompensasi dan peluang karir memang sangat besar di US. Namun, saya bisa melihat bahwa Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Ada banyak masalah yang dapat diselesaikan dan ada banyak peluang yang dapat dikembangkan dengan teknologi,” kata Frans menjelaskan alasannya untuk kembali ke Indonesia.

“Saya sendiri selalu ingin kembali dan berkontribusi untuk Indonesia. Yang membuat saya tertarik untuk membangun Qlapa adalah misi kami untuk memberdayakan kreativitas lokal dengan teknologi,” lanjutnya.

Tapi Qlapa sendiri didirikan bukan cuma karena mengikut peluang dan tren yang ada. Meskipun lebih diterima oleh masyarakat, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi di industri kerajinan tangan Indonesia.

Pertama, meskipun sering laku dan meningkatkan awareness dan penjualan, bazaar dan pameran memerlukan biaya yang besar dan hanya dilakukan sesekali. Itu juga belum menghitung faktor keterbatasan waktu dan jarak. Pengrajin lokal sendri akhirnya berusaha memasarkan produknya di berbagai tempat secara online seperti media sosial dan marketplace lain.

Tapi, media sosial sendiri memang tidak diperuntukkan untuk kegiatan jual beli, sehingga pengrajin ini mau tidak mau harus melakukan beberapa hal yang sama terus menerus ketika mengelola transaksi atau tokonya. Belum lagi penjual pada dasarnya berjualan secara terpisah, sehingga pembeli harus menghabiskan waktu lama untuk melakukan pencarian secara terpisah.

Latest