Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Fokus Pengamat: Strategi Ojek Online Membingungkan

Pengamat: Strategi Ojek Online Membingungkan

-

VS3Jakarta, Selular.ID – Benar adanya bila teknologi mampu mengubah budaya masyarakat. Termasuk budaya masyarakat dalam berkendara. bahkan saat ini ramai bermunculan aplikasi pemesanan transportasi online, mulai dari ojek, taksi, hingga mobil pribadi.

Di sisi masyarakat sebagai pengguna, mereka sangat mendukung terobosan ini. Karena selain menjadi solusi untuk mengurai kemacetan, transportasi online seperti Go-jek mampu memberikan alternatif berkendaraan cepat.

Yuswohady pakar Marketing melihat fenomena transportasi online adalah tren baru yang muncul seiring dengan penetrasi smartphone. Namun dia melihat dari sisi yang berbeda. Menurutnya sesuatu yang cepat naik disebut-sebut Yuswohadi berpotensi dapat menimbulkan masalah.

“Iya biasanya sesutu yang cepat naik, pasti menimbukan tanda tanya. Jangan-jangan hanya untuk menaikkan pamor saja, ketika perusahaan sudah besar kemudian mereka cari investor untuk dijual dengan harga tinggi,” ujar Yuswohadi dalam percakapan telepon (16/10/15).

Ketidakwajaran pembagian hasil yang ditawarkan transportasi online yang besarnya mencapai 80-20 bahkan 90-10 dikatakannya perlu dicermati dan menimbulkan tanda tanya tersendiri. komposisi pembagian tersebut tentunya membuat perusahaan harus mensubsidi driver-nya.

“Sampai kapan perusahaan mensubsidi driver? karena dalam teori marketing, bisnis yang benar adalah dana yang dihasilkan dari customer, bukan dari subsidi. Artinya berasal dari produk atau jasa yang dijual,” tegasnya.

Dikhawatirkan strategi yang dijalankan oleh para penyedia transportasi online hanya untuk menaikan Initial Public Offering (IPO) ketika perusahaannya akan dijual ke publik nantinya.

“Mudah-mudahan apa yang saya amati tidak benar. Kalau soal menjamurnya pesaing Go-jek itu proses alam, mana yang bagus dia yang akan bertahan lama,”pungkas Yuswohadi.

Latest