Persaingan Belum Berhenti

Thomas Jul - Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia
Thomas Jul - Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia
Thomas Jul – Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia

Ericsson Indonesia kembali mengganti pucuk pimpinannya di awal tahun 2015 ini. Adalah Thomas Jul, pria bersahaja yang menggantikan posisi Sam Saba. Thomas Jul sejatinya sudah mulai efektif menjadi pemimpin baru perusahaan jaringan tersebut sejak Desember 2014 lalu.

Pria kelahiran Denmark ini memiliki rekam jejak panjang di industri telekomunikasi dunia. Sebelum bergabung dengan Ericsson, Thomas pernah bekerja cukup lama di Nokia Siemens Network. Jabatan terakhirnya adalah Head of West Europe Region. Pengalaman di Ericsson dirintis sejak 2 tahun lalu. Selama 2 tahun bekerja, karirnya terbilang cukup gemilang. Sebelum akhirnya didapuk menjadi pemimpin di Indonesia, Thomas sempat menjadi Head of Customer Unit untuk Ericsson di Eropa, dan Presiden Direktur Ericsson Austria selama satu tahun. Selama menjadi pemimpin baru Ericsson di Tanah Air, ia mengaku masih mempelajari pasar Indonesia yang menurutnya sangat dinamis.

Untuk mengetahui rencananya dalam memimpin Ericsson di pasar Indonesia, Selular mewawancarai Thomas Jul secara khusus. Dan berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana perasaan Anda saat pertama kali tahu jika ditugaskan ke Indonesia?
Menyenangkan. Karena Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Itu juga berarti banyak peluang di sini. Ini karena Indonesia terus berkembang menuju era baru, bahkan semakin cepat perkembangannya.

Bagaimana strategi Anda untuk mengembangkan Ericsson di Indonesia?
Saat ini di Indonesia sedang dalam masa perkembangan teknologi LTE. Dibarengi dengan pertumbuhan akses mobile data. Begitu juga dengan akses mobile broadband terus bertambah. Bagi Ericsson ini tantangan sekaligus peluang.

Tantangan yang terjadi terkait manage services, bagaimana agar operator lebih efisien. Namun di sisi lain pengguna bisa mendapatkan kualitas layanan yang semakin baik. Inilah lebih dari sekedar mobile broadband, lebih dari teknologi. Kami akan membantu operator agar kualitas dan performa layanannya semakin baik. Juga dari sisi teknologi jaringan, billing system, dan lainnya. Dan itu yang akan saya fokuskan.

Selain itu Ericsson juga tidak melupakan peluang lainnya, seperti Smart City, transfomasi  TV dan Media, serta konten video yang semakin banyak diakses. Di mana sekitar  50% trafik jaringan nantinya akan diisi oleh video. Itu juga yang kami perhatikan.

Ericsson juga memperhatikan akan ada banyak migrasi ke 3G dan 4G. Karena di Indonesia pengguna 2G masih besar. Pengguna smartphone baru sekitar 35% persen. Tapi angka itu akan berkembang sangat pesat. Apalagi semakin banyak hadirnya smartphone berharga murah. Ini tentu akan memudahkan lebih banyak orang untuk bisa mengakses 3G/4G.

Menurut Anda bagaimana performa dari jaringan operator di Indonesia saat ini?
Pertumbuhan akses data di Indonesia sangat tinggi, dan akan terus seperti itu ke depannya. Ini merupakan tantangan sendiri bagi operator. Apa yang dilakukan operator saat ini sudah benar. Mereka kini fokus dalam meningkatkan performa jaringannya. Performa jaringan juga terus meningkat, dan itu bisa dirasakan. Segera setelah operator selesai melakukan optimalisasi jaringan, saya yakin operator bisa mendapatkan tamabahan pelanggan.

Tantangan bagi operator, harus menghadapi perilaku pelanggan. Di mana keinginan untuk berpindah ke operator sangat tinggi. Jika ada jaringan yang lebih bagus, makan mereka akan pindah. Dan itu tidak bisa dicegah. Untuk itu operator mau tidak mau harus bisa mempertahankan kualitas jarnggannya.

Bagaimana konsep Smart City di mata Anda?
Ketika kita berada dalam era pertumbuhan yang cepat, seperti saat ini, penggunaan teknologi mobile akan semakin dibutuhkan. Permintaan terhadap kemampuan untuk bisa mengakses apapun di mana pun akan semakin tinggi. Dulu ketika di di zaman layanan voice, kebutuhan akan layanan voice yang  tersedia luas sangatlah penting. Saat ini kita bicara layanan akses data, dan itu juga harus bisa bisa diakses luas.

Teknologi itu seperti jalan, itu hanya infrastruktur. Di atas itu akan kita lihat indsutri akan berubah, kebiasaan pengguna akan berubah. Begitu pula dengan pemerintahan juga akan berkembang. Layanan kesehatan, industri musik, edukasi juga pasti akan berubah. Pertumbuhan digital bisnis juga akan tumbuh dratsis. Ketika akses smartphone semakin tinggi, maka segala hal yang berkenaan dengan itu akan meledak.

Dan yang paling terpenting  pengguna anak muda menjadi fundamental. Pengguna berusia muda akan sangat powerfull. Mereka akan memiliki power untuk menentukan perubahan pasar.

Bagaimana dengan Regulasi di Indonesia, apakah sudah kondusif?
Regulasi sudah mengalami langkah besar belakangan ini. Seperti ada regulasi perubahan penggunaan spectrum frekuensi 4G. Visi pemerintah Indonesia juga semakin jelas, di mana mau pembangunan jaringan juga dilakukan di berbagai daerah. Dan yang terpenting birokrasi juga sudah diperbaiki.

Tapi secara fundamental, yang harus kita perluas dalam berfikir adalah beyond spectrum. Seperti bagaimana regulasi terkait penggunaan spektrum 4G bisa mendukung pertumbuhan industri, termasuk layanan digital. Dan saya rasa regulasi sudah bergerak ke arah yang benar.

Visi Anda tentang perkembangan teknologi 4G di Indonesia?
Tahun ini menjadi tiitk perkembangan 4G di Indonesia. Tapi yang penting untuk diperhatikan yaitu kita tidak bisa membangun 4G dengan pondasi yang kuat jika tidak membangun jaringan 3G yang kuat. Untuk bisa membangun teknologi yang baik, dalam hal ini 4G, maka harus memilik coverage yang luas, dalam hal ini jaringan 3G. Jadi penting untuk terus mengembangkan jaringan 3G, meski sudah mulai melangkah ke 4G. Optimalisasi jaringan yang sudah eksis harus terus dilakukan.

Thomas-Jul-2Bagaimana Ericsson membantu pengembangan 4G di Indonesia?
Kesuksesan pengembangan 4G tidak sekedar menyediakan alternatif low price. Ini tetang menyediakan model bisnis baru, layanan baru yang berimplikasi ke pengguna, serta meng-create ekosistem 4G. Jadi tidak apa yang kami berikan tidak hanya sekedar konektivitas. Dan tentunya kami akan terus men-supply teknologi kami dengan bekerjasama bersama operator. Dan yang terpenting industri telekomunikasi akan semakin tumbuh di negara ini, dan Ericsson akan terus mendukungnya.

Apa kelebihan dari Ericsson dibandingkan dengan vendor lainnya?
Jika kita bicara 4G perbedaan yang paling penting dari kami adalah skala, kami sudah mengglobal. Ericsson sekarang ini mentraport  50% trafik LTE di seluruh dunia. Persaingan memang belum berhenti, tapi Ericsson dalam posisi yang bagus saat ini. Pengalaman kami dalam fokus ke performasi layanan yang dirasakan pengguna, menjadi nilai kami yang tinggi. Kami intensif untuk mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan pengguna. Dan tentu saja teknologi kami superior, termasuk teknologi LTE. Kami juga memiliki produk yang sudah terbukti di pasar. Kami akan terus mempertahankan posisi teratas dalam hal volume dan teknologi. Itu mengapa kami menginvestasikan 5 miliar dollar untuk Research and Development secara global.