Anis Uzzaman, CEO Fenox VC, dalam peluncuran bukunya berjudul "StartupPedia - Panduan Membangun Startup ala Silicon Valley" di Jakarta (4/5/2015)
Anis Uzzaman, CEO Fenox VC, dalam peluncuran bukunya berjudul "StartupPedia - Panduan Membangun Startup ala Silicon Valley" di Jakarta (4/5/2015)
Anis Uzzaman, CEO Fenox VC, dalam peluncuran bukunya berjudul “StartupPedia – Panduan Membangun Startup ala Silicon Valley” di Jakarta (4/5/2015)

Jakarta, Selular.ID – Penetrasi internet yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya pengguna ponsel pintar, menjadikan Indonesia memiliki potensi besar bagi tumbuh kembang startup dengan pesat. Ditambah jumlah pengguna media sosial dan layanan pesan singkat yang tidak kalah banyak, Indonesia bisa menjadi lebih besar dari Silicon Valley.

Hal tersebut dipaparkan Anis Uzzaman, General Partner & CEO Fenox VC, dalam peluncuran bukunya yang berjudul “Startup Pedia – Panduan Membangun Startup ala Silicon Valley” di Jakarta (4/5/2015).

Seperti diketahui, Silicon Valley merupakan julukan yang mengacu pada kawasan di Amerika Serikat yang melahirkan banyak industri teknologi. Anis mengatakan, selama pengalamannya di industri venture capital (modal yang ditanamkan pada usaha yang mengandung resiko), ia melihat potensi yang sangat menjanjikan di Indonesia karena kaya akan ide kreatif dan inovatif. “Ada passion, talenta, dan kemauan besar,” katanya.

Akan tetapi tiga modal besar itu saja tidak cukup menurut Anis, tanpa dilengkapi dua hal krusial lainnya, yaitu strategi dan informasi.

Sejak berdiri tahun 2011, Fenox VC sudah berinvestasi di lebih dari 50 startup di Amerika Serikat, Jepang dan sejumlah negara di Asia Tenggara. Namun Anis mengaku tidak pernah melihat semangat dan energi yang sangat tinggi seperti pengusaha di Indonesia.

“Saya merasa Indonesia akan menjadi lebih besar dari Silicon Valley dalam waktu singkat, berkat pengusaha yang bertaraf tinggi,” ujarnya.

Anis meyakini Indonesia akan menjadi barisan paling depan dalam perkembangan startup industri teknologi. Untuk itu ia ingin ikut membantu memandu calon pengusaha Indonesia. Di dalam buku StartupPedia, Anis berbagi enam elemen dasar yang penting dalam membangun startup. Yaitu membangun tim, menciptakan produk, melindungi dengan paten, memasarkan produk, memikirkan strategi pembiayaan, dan menetapkan exit strategy.

Selama dua tahun terakhir, Fenox telah menganalisa lebih dari 400 startup di Asia Tenggara. Menurutnya kerap ditemui masalah terbesar kegagalan startup bukan terletak pada minimnya modal ataupun ide yang buruk, melainkan eksekusi yang berantakan akibat minimnya informasi dan strategi.

Hasil dari analisis dan pengalamannya dituangkan dalam bentuk buku. Buku karangan Anis diterbitkan pertama kali di Jepang tahun 2013 dengan judul Startup Bible – Silicon Valley Way of Developing Success dan berhasil menjadi best seller.

Di Indonesia, buku tersebut diberi judul yang berbeda yakni Startup Pedia. Isi buku Startup Pedia ini sarat dengan informasi step by step yang bisa langsung diimplementasikan. Tak sekadar terjemahan dari buku Startup Bible yang berbahasa Jepang, lebih jauh buku ini juga berbicara secara khusus mengenai sejumlah contoh dan tantangan startup di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. (bda)