Thursday, April 25, 2019
Home News Bisnis Edukasi Digital Masih Belum Seksi

Bisnis Edukasi Digital Masih Belum Seksi

-

Harry Candra, Foundng Father Indonesia Edtech Startup PesonaEdu (Foto: Samin/Selular.ID)
Harry Candra, Founding Father Indonesia Edtech Startup PesonaEdu (Foto: Samin/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Di era digital sekarang ini, para pengembang aplikasi sepertinya lebih banyak tertarik untuk membuat mengembangkan aplikasi yang bersifat hiburan seperti game dan sejenisnya. Dunia pendidikan masih eggan dijamah oleh para pengembang karena dinilai tidak memiliki nilai prestisius.

Hal tersebut disampaikan oleh Harry Candra, Founding Father Indonesia Edtech Startup PesonaEdu saat Kick Off Edtech Indonesia Community, di Menara Multi Media (4/5/2015), Kebon Sirih, Jakarta. Harry mengatakan dari sekian banyak startup yang ada di Indonesia, hanya sebagian kecil saja yang mau menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan. “Mereka menganggap mengembangkan edukasi digital seperti membuat peniti, mungkin uangnya banyak tapi tidak bergengsi,” ungkapnya.

Meskipun demikian Harry meyakini bahwa Edutech (teknologi edukasi ,-red) akan segera hadir di Indonesia dan booming. “Edutech is about to come, kurvanya sangat tinggi sekali,” jelas pria yang telah berkecimpung dalam dunia pendidikan selama 28 tahun ini. untuk itu harry mengajak para pelaku startup untuk bergabung dan bersama-sama mengembangkan edukasi digital.

Harry juga mengingatkan dalam membuat produk-produk edukasi digital harus mempunyai keterkaitan dengan dunia sekolah dan bagaimana produk tersebut dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan ajar. Dalam teknologi digital ini didapati fakta bahwa murid memiliki pengetahuan lebih maju dibandingkan guru dalam pemanfaatan teknologi. Hal ini menimbulkan keengganan guru tersebut untuk memanfaatkan teknologi sebagai bahan ajar karena khawatir si murid akan lebih mahir.

Selain itu,ada fakta yang juga cukup menarik menurut Harry, yaitu di saat PBB akan segera menetapkan computer programming sebagai ilmu science keempat setelah fisika, kimia dan biologi, di Indonesia justru mata pelajaran TIK dihapuskan oleh pemerintah. Kondisi inilahyang pada akhirnya menurut Harry edukasi digital di Indonesia tertinggal dibandingkan dengan negara lain.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest